Padang – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Hidayatul Fikri, mengkritik pelantikan kembali Rektor UIN IB Padang untuk periode 2025-2030.

Hidayatul menuntut realisasi janji-janji yang belum terpenuhi pada periode sebelumnya.

“Kami tidak sedang menyambut rektor baru, kami sedang menagih janji lama,” tegas Hidayatul dalam keterangan tertulis, Kamis (31/7).

Menurutnya, satu periode seharusnya cukup untuk mengidentifikasi masalah.

Hidayatul menyoroti lambannya birokrasi kampus, minimnya transparansi, dan kurangnya partisipasi mahasiswa dalam pengambilan kebijakan.

“Kampus ini tidak boleh dikelola secara eksklusif. Mahasiswa berhak tahu arah kebijakan, bagaimana anggaran dikelola,” ujarnya.

Ia juga menilai dukungan terhadap organisasi mahasiswa masih lemah. Ia menuntut agar suara mahasiswa lebih dihargai dan diberi ruang dalam pembangunan kampus.

“Kami tidak minta diistimewakan, kami minta dilibatkan,” katanya.

Hidayatul menekankan bahwa amanah dua periode harus dijawab dengan kerja nyata dan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh sivitas akademika.

“Kepemimpinan dua periode bukan sekadar jabatan yang diperpanjang, tapi kepercayaan yang harus dijawab dengan tanggung jawab dan hasil,” pungkasnya.

Ia menegaskan mahasiswa siap menjadi mitra yang kritis dan konstruktif, asalkan ada ruang yang setara dan terbuka bagi mereka untuk berkontribusi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.