Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang menerima kucuran dana bantuan sosial senilai Rp1,09 miliar dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang disalurkan melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat rentan. Bantuan ini ditujukan untuk 448 warga yang membutuhkan di kota tersebut.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, di mana Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno, Romal Uli Jaya Sinaga, menyerahkan bantuan tersebut kepada Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra.
Romal menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan kamar dan dapur, hingga nutrisi, alat bantu, serta modal usaha bagi para pedagang kecil. Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima. “Pergunakanlah bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban 448 masyarakat penerima manfaat,” tuturnya.
Romal juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Sentra Terpadu Inten Soeweno dengan Pemerintah Kota Padang Panjang, termasuk dukungan dari Wali Kota Hendri Arnis, Allex Saputra, dan Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, Winarno. Ia menambahkan, “Manfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian keluarga, terutama bagi penerima bantuan kewirausahaan.”
Allex Saputra menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor dan Kementerian Sosial RI atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Padang Panjang. Ia menegaskan bahwa bantuan ini adalah manifestasi kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
“Kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat, kami berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ujar Allex. Ia juga mengingatkan agar bantuan kewirausahaan digunakan secara bijak sebagai modal awal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dan membuka peluang usaha yang berkelanjutan.
Allex menekankan bahwa bantuan ini seharusnya menjadi pemicu semangat, bukan menciptakan ketergantungan. “Ingatlah bahwa bantuan ini adalah penyemangat, bukan ketergantungan. Pemerintah hadir untuk mendampingi, namun semangat, usaha, dan doa tetap menjadi kunci utama dalam memperbaiki taraf kehidupan,” katanya. Allex berharap program Atensi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Padang Panjang yang sejahtera.











