Padang – Pemerintah Kota Padang menggagas program beasiswa internasional sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan International Education Expo Beasiswa Padang Juara ke Tiongkok, bertempat di Gedung Bagindo Aziz, Balai Kota Padang Aie Pacah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan bahwa program beasiswa ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemko Padang, Dinas Pendidikan Provinsi Guangdong (Tiongkok), CUCAS Indonesia, serta dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. “Ini merupakan salah satu aktivasi Program Unggulan (Progul) Padang Juara,” jelasnya. Pemerintah Kota Padang berkeinginan agar generasi muda Kota Padang memiliki wawasan global dan daya saing yang kuat melalui program ini.
Beasiswa yang ditawarkan bersifat fully funded, mencakup biaya kuliah, biaya hidup, tempat tinggal, uang saku, dan kebutuhan pendukung lainnya. Pemerintah Kota Padang terus berupaya membuka peluang pendidikan di luar negeri bagi generasi muda. “Hari ini sudah ada yang kuliah ke Amerika Serikat. Ke depan kita menargetkan Malaysia, Timur Tengah, dan peluang negara lainnya, agar anak-anak kita bisa menempuh pendidikan di luar negeri,” ungkap Fadly Amran.
Xu Shimin, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Guangdong, menyampaikan bahwa saat ini terdapat lebih dari 20.000 mahasiswa internasional dari lebih 180 negara yang belajar di Guangdong, termasuk 2.602 mahasiswa asal Indonesia.
Yopi Krislova, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, menjelaskan bahwa pameran ini diikuti oleh 11 universitas dari Provinsi Guangdong dan dihadiri oleh ribuan siswa SMA dan SMK se-Kota Padang. “Ini merupakan tahap awal,” terangnya. Diharapkan, melalui pameran ini, siswa SMA dan SMK dapat melihat dan memilih kampus sesuai dengan minat mereka sebelum mengikuti ujian.
Pelaksanaan ujian seleksi beasiswa akan berlangsung selama dua hari, yakni 21 dan 22 Januari 2026, dengan target 400 peserta. Hingga saat ini, 365 siswa telah terdaftar, dan diperkirakan target tersebut akan tercapai. “Hari pertama ujian diikuti sekitar 200 peserta, dan hari kedua 200 peserta. Target kelulusan sekitar 20 hingga 30 siswa, atau tergantung standar kelulusan dari masing-masing perguruan tinggi,” imbuh Yopi Krislova.










