Padang – Lebih dari 3.300 ton sampah menutupi Kota Padang usai diterjang bencana alam. Pemerintah kota menargetkan pembersihan tuntas dalam sembilan hari.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengerahkan petugas untuk membersihkan tumpukan sampah. Sampah tersebut terdiri dari sisa lima hari, sampah permukiman terdampak, dan kayu gelondongan.
Tidak semua sampah akan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
DLH menerapkan metode 3R (reduce, reuse, recycle) sejak awal pembersihan. Petugas memilah sampah di lokasi.
Kayu gelondongan menjadi komponen terbesar sampah, mencapai 1.100 ton.
“Kami berupaya agar tidak semua sampah kayu ini masuk ke TPA,” kata Kepala DLH Kota Padang.
Masyarakat pesisir dan pelaku usaha kecil memanfaatkan kayu sebagai bahan bakar.
Sebagian besar kayu akan disalurkan ke PT Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif.
DLH Kota Padang mengoptimalkan pemanfaatan ulang material demi mencapai target sembilan hari. Mobilisasi armada dan pembagian zona penanganan terus ditingkatkan.











