Padang – Perubahan besar ternyata lebih mungkin dicapai dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya dengan motivasi sesaat.
Hal ini ditegaskan dalam buku “Habits Is Power” karya Tjahjo Harry Wilopo.
Motivasi memang penting sebagai pemicu awal, namun kebiasaanlah yang membuat seseorang bertahan dan terus berkembang.
Keberhasilan jangka panjang membutuhkan daya tahan terhadap rutinitas, bukan hanya semangat di awal.
Menurut buku tersebut, kebiasaan terbentuk dari tiga unsur utama: pemicu (cue), tindakan (routine), dan penghargaan (reward).
Pola yang berulang akan membentuk kebiasaan, baik positif maupun negatif.
Contoh kebiasaan baik adalah membaca satu halaman buku setiap hari, sementara begadang tanpa alasan jelas adalah contoh kebiasaan buruk.
“If you improve 1% every day, you’ll be 37 times better in a year,” demikian kutipan dari buku “Habits Is Power”.
Membiasakan diri menulis jurnal harian dapat meningkatkan kesadaran diri, dan minum air putih setiap pagi berdampak positif pada kesehatan.
Kebiasaan yang konsisten akan membentuk identitas diri, karena nilai-nilai dalam kebiasaan tersebut menyatu dengan jati diri.
Kebiasaan yang paling kuat adalah yang selaras dengan nilai dan karakter seseorang.
Self-Determination Theory menyebutkan bahwa seseorang akan lebih mampu bertahan dalam perubahan jika kebiasaan yang dibangun bersumber dari motivasi internal.
Tidak perlu menunggu momen yang tepat untuk memulai perubahan.
Mulailah dengan langkah kecil, seperti bangun sedikit lebih awal, minum air putih setelah bangun tidur, menulis satu kalimat tentang impian, atau membaca satu halaman buku.
Perubahan besar tidak muncul dari tekad sesaat, tetapi dari komitmen kecil yang dilakukan berulang kali.
“Change doesn’t happen when you try to be someone else. It happens when you consistently become a better version of yourself,” tulis Tjahjo Harry Wilopo dalam bukunya.












