Padang – Pemerintah Kota Padang kembali menggencarkan program pembentukan karakter generasi muda melalui penyelenggaraan Pesantren Ramadan. Kegiatan yang melibatkan ribuan siswa ini resmi dibuka pada Senin (23/2/2026) oleh Wali Kota Padang di Masjid Baitul Haadi Aur Duri Indah, Parak Gadang Timur, Kecamatan Padang Timur, setelah pelaksanaan shalat subuh berjamaah.

Sebanyak 1.100 masjid dan musala yang tersebar di seluruh Kota Padang telah ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan Pesantren Ramadan tahun ini. Pembukaan acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Wakil Wali Kota Padang beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Padang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya memajukan kota. Ia menyampaikan bahwa, “Jumlah ASN struktural kita kurang lebih 1.100 orang. Saya ingin setiap ASN hadir di masjid dan musala yang tersebar dari Koto Tangah hingga Lubuk Kilangan. Ini bentuk kolaborasi kita dalam membangun Kota Padang.”

Pesantren Ramadan kali ini mengusung tema “Pesantren Ramadan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara”, yang bertujuan untuk memperkuat program Smart Surau yang telah berjalan. Menurutnya, kegiatan ini mencakup berbagai aktivitas seperti Subuh Mubarakah, Revisi Kurikulum MDTA/MDTW, Remaja Masjid Reborn, serta Ruang Pembelajaran Digital dan WiFi gratis. “Melalui Pesantren Ramadan, kita berusaha memperkenalkan gerakan Smart Surau dengan beberapa aktivitas,” jelasnya.

Pemerintah Kota Padang menaruh harapan besar agar Pesantren Ramadan dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter generasi muda. “Kita berharap Pesantren Ramadan menjadi puncak muhasabah bagi anak-anak kita yang sudah menerima pembelajaran selama satu tahun ini,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya fokus pada praktik ibadah dan pembinaan karakter, bukan hanya sekadar teori. “Untuk itu kita mengharapkan ada perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga bisa terus diingat oleh anak-anak kita,” pungkasnya.

Pesantren Ramadan 1447 H ini akan berlangsung hingga 15 Maret 2026, dengan melibatkan partisipasi aktif dari 84.649 siswa dari berbagai tingkatan pendidikan, yang terdiri dari 43.382 siswa SD/Madrasah Ibtidaiyah dan 41.367 siswa SMP/Madrasah Tsanawiyah.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.