Padang – Pemerintah Kota Padang berupaya keras untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui serangkaian inisiatif strategis. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan memperkuat program bank sampah dan menggelar lomba pemilahan sampah.
Pada acara buka puasa bersama yang diadakan di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026), Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang atas dedikasi mereka. “Hari ini sudah memasuki tahun kedua kepemimpinan kami. Semoga kerjasama kita ke depan semakin luar biasa untuk mewujudkan cita-cita kita bersama, menjadikan Kota Padang sebagai kota terbersih nomor satu di Indonesia,” ujarnya.
Fadly Amran menyoroti bahwa 73,25 persen sampah Kota Padang masih berakhir di TPA, angka yang jauh di atas target nasional di bawah 30 persen. “Ini menjadi PR kita bersama,” katanya, menekankan perlunya upaya kolektif untuk mengatasi masalah ini.
Pemerintah Kota Padang berencana menerapkan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengatasi tantangan tersebut. Penguatan bank sampah dan penyelenggaraan lomba pemilahan sampah menjadi bagian integral dari strategi ini. “Ke depan, penanganan sampah dan kebersihan di Kota Padang akan lebih terstruktur dan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Salah satunya melalui penguatan bank sampah dan lomba pemilahan sampah,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kota Padang akan kembali menggelar lomba kebersihan dan keindahan lingkungan tingkat RT se-Kota Padang yang bertajuk Padang Rancak pada bulan April. “Kami berharap setiap RW dan RT berpartisipasi dalam lomba ini. Kami akan menyiapkan hadiah khusus bagi yang berhasil memilah sampah dengan baik,” pungkasnya didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, dan Plt. Kadis PU Imral Fauzi.










