Pesisir Selatan – Dugaan pungutan liar (pungli) mencoreng penyaluran bantuan beras pemerintah di Nagari Amping Parak Timur, Pesisir Selatan. Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) mengaku ditarik biaya Rp5.000 oleh oknum yang diduga petugas Program Keluarga Harapan (PKH).

Pungutan ini terjadi saat pembagian bantuan Program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Sabtu (9/8/2025).

Tati, warga Kampung Taratak Panas, menuturkan oknum tersebut meminta uang saat mengantarkan kartu penerima bantuan ke rumahnya. Kartu itu digunakan untuk mengambil dua karung beras berisi 20 kilogram di Kantor Wali Nagari.

“Dia minta uang Rp5.000 untuk satu kartu penerima,” ungkap Tati di Kantor Wali Nagari Amping Parak Timur.

Petugas distribusi Bulog Kecamatan Sutera menyesalkan adanya dugaan pungli ini. Ia menegaskan, penerima bantuan CBP seharusnya tidak dipungut biaya apapun.

“Jika ada kejadian yang merugikan masyarakat, segera laporkan. Masyarakat jangan takut melapor, ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku,” tegasnya.

Kecamatan Sutera menerima alokasi 81.440 kilogram beras CBP untuk 4.072 KPM yang tersebar di 12 nagari. Khusus Nagari Amping Parak Timur, tercatat ada 431 KPM.

Video dugaan pungutan ini viral di grup WhatsApp dan menuai kecaman dari masyarakat. Hingga kini, pihak terkait yang disebut sebagai oknum petugas PKH belum memberikan keterangan resmi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.