Jakarta – Penurunan suku bunga kredit perbankan dinilai masih berjalan lambat, meskipun Bank Indonesia (BI) telah berulang kali memangkas suku bunga acuan (BI rate) sepanjang tahun 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sektor perbankan telah merespons penurunan BI rate secara bertahap melalui penyesuaian suku bunga kredit.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa secara tahunan telah terjadi penurunan rata-rata suku bunga kredit rupiah.
“Masing-masing sebesar 50 basis poin (bps) untuk Kredit Investasi dan sebesar 41 bps untuk Kredit Modal Kerja,” ujarnya dalam jawaban tertulis, Sabtu (22/11/2025).
Ia memaparkan data, pada September 2025 rata-rata kredit investasi sebesar 8,25 persen, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 8,75 persen.
Sedangkan kredit modal kerja pada September 2025 sebesar 8,46 persen, juga turun dibandingkan September 2024 yang tercatat 8,87 persen.
Dian menjelaskan bahwa penurunan BI rate umumnya diikuti dengan penurunan suku bunga kredit, meskipun dengan jeda waktu tertentu seiring dengan proses transmisi kebijakan moneter.
“Karena itu, suku bunga kredit diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penurunan sebagai respons dari penurunan BI Rate pada 2025, khususnya jika suku bunga global juga turun,” jelasnya.
Implementasinya, kata Dian, tergantung strategi masing-masing bank serta struktur biaya yang dimiliki, khususnya terkait dengan biaya dana atau cost of fund.
Bank perlu mengoptimalkan strategi pendanaan mereka, terutama dengan meningkatkan porsi dana murah (low-cost funding).
Upaya ini bertujuan menciptakan fleksibilitas dalam penetapan suku bunga kredit, sekaligus menjaga daya saing dan profitabilitas di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
OJK mengimbau bank melakukan penyesuaian suku bunga bertahap dan terukur, agar tetap selaras dengan dinamika pasar serta menjaga stabilitas rasio keuangan.
“Penyesuaian ini diharapkan tidak menimbulkan terjadinya persaingan suku bunga yang tidak sehat,” ucap Dian.
Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19 November 2025, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan suku bunga kredit bank masih berjalan lambat meski BI-rate telah turun 125 basis poin sepanjang 2025.
“Penurunan suku bunga perbankan masih berjalan lambat sehingga perlu dipercepat,” ujarnya.
Perry merinci, suku bunga deposito satu bulan hanya turun 56 bps dari 4,81 persen pada awal 2025 menjadi 4,25 persen pada Oktober 2025.
Sementara itu, penurunan suku bunga kredit perbankan bahkan berjalan lebih lambat, yaitu sebesar 20 bps dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 9,00 persen pada Oktober 2025.












