Paris – Bintang sepak bola Neymar melontarkan kritik keras terhadap hasil peringkat Ballon d’Or 2025, khususnya terkait posisi Raphinha yang hanya menempati urutan kelima. Melalui media sosialnya pada Rabu (24/9), Neymar menilai keputusan tersebut sebagai ketidakadilan yang jelas dan memicu perbincangan luas di kalangan penggemar.

Dalam unggahan Instagramnya, Neymar menulis bahwa menempatkan Raphinha di peringkat kelima adalah hal yang ‘terlalu lucu’. Ia menilai rekan senegaranya itu seharusnya mendapat posisi lebih tinggi, menyoroti pandangannya terhadap penilaian juri Ballon d’Or.

Ballon d’Or 2025 sendiri dimenangkan oleh Ousmane Dembélé setelah musim gemilang bersama Paris Saint-Germain. Posisi kedua ditempati Lamine Yamal, disusul Vitinha dan Mohamed Salah di urutan ketiga dan keempat. Meski tampil luar biasa, Raphinha harus puas di posisi kelima.

Padahal, Raphinha memainkan peran kunci dalam keberhasilan Barcelona meraih gelar LaLiga, Piala Super, dan Copa del Rey. Ia bahkan mencetak 18 gol liga yang menunjukkan ketajaman luar biasa. Performa impresif ini membuat banyak pihak terkejut dengan hasil pemungutan suara Ballon d’Or.

Di Liga Champions 2024–2025, Raphinha menorehkan rekor baru dengan 12 gol dan 8 assist. Catatan 20 kontribusi gol itu melampaui rekor Lionel Messi pada musim 2011–2012, sebuah statistik yang memperkuat argumen bahwa Raphinha layak mendapat peringkat lebih tinggi.

Kemitraan Raphinha dengan Lamine Yamal juga menjadi salah satu senjata mematikan Barcelona. Duet mereka membuat klub Catalan mendominasi sepak bola Spanyol sepanjang musim. Banyak pengamat menilai kombinasi ini pantas mendapatkan apresiasi lebih besar.

Komentar Neymar menambah sorotan terhadap proses pemilihan Ballon d’Or. Kritik tersebut memicu diskusi mengenai transparansi dan kriteria penilaian penghargaan bergengsi itu, dengan banyak penggemar mendukung pandangan Neymar bahwa Raphinha layak berada di posisi yang lebih baik.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.