Amerika Serikat – Tiga politikus Muslim menorehkan sejarah dalam pemilihan daerah terbaru di Amerika Serikat, berhasil memenangkan kontestasi di wilayah masing-masing. Kemenangan ini menandai peningkatan representasi Muslim dalam kancah politik AS.

Ketiga tokoh tersebut adalah Zohran Mamdani, Ghazala Hashmi, dan Abdullah Hammoud, yang semuanya berasal dari Partai Demokrat. Mereka meraih dukungan signifikan dari pemilih, mencetak prestasi baru dalam karir politik mereka.

Zohran Mamdani, anggota Partai Demokrat, berhasil memenangkan pemilihan wali kota New York City. Ia mencatatkan diri sebagai Muslim sekaligus keturunan Asia Selatan pertama yang terpilih sebagai wali kota kota terbesar di AS tersebut.

Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menyatakan kebanggaannya sebagai seorang Muslim. Ia juga berjanji New York tidak akan lagi menjadi kota yang memanfaatkan Islamofobia demi kepentingan politik. Mamdani dikenal sebagai pendukung Palestina yang vokal, bahkan berjanji akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York.

Sementara itu, Ghazala Hashmi mencetak sejarah sebagai perempuan Muslim pertama yang terpilih sebagai Letnan Gubernur Negara Bagian Virginia. Seperti Mamdani, ia juga keturunan India dan berasal dari Partai Demokrat.

Hashmi menyampaikan kemenangannya adalah berkat dukungan para pendukungnya. “Perjalanan saya sendiri, dari seorang anak kecil yang mendarat di bandara Savannah hingga kini terpilih sebagai perempuan Muslim pertama yang meraih jabatan di tingkat negara bagian,” ujarnya. Jabatan Letnan Gubernur serupa dengan Wakil Gubernur di Indonesia, yang berperan penting sebagai penentu keputusan di senat negara bagian.

Di Dearborn, Abdullah Hammoud kembali terpilih sebagai Wali Kota. Berbeda dengan Mamdani dan Hashmi yang baru pertama kali mengikuti pemilu, Hammoud adalah petahana yang berhasil mempertahankan kursinya.

Hammoud, yang juga berasal dari Partai Demokrat, meraih kemenangan mutlak atas lawannya, Nagi Almudhegi, yang merupakan keturunan Yaman. Hammoud berasal dari keluarga imigran Lebanon dan secara terbuka menyatakan diri sebagai pemeluk Islam. Dearborn dikenal sebagai kota dengan populasi Arab-Amerika terbesar di AS, dihuni banyak imigran Muslim dari Suriah, Palestina, Lebanon, Yaman, dan Irak.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.