Jakarta – Grup Holywings melalui program CSR Holywings Peduli memberikan dukungan konkret untuk mitigasi banjir di Jakarta dengan menyumbangkan mesin bor untuk pembangunan sumur resapan di Kelurahan Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Inisiatif ini hadir di tengah musim hujan akhir tahun yang kerap membawa ancaman banjir dan beragam penyakit.

Pemberian mesin bor ini bertujuan mempercepat pembangunan sumur resapan di wilayah tersebut, sebuah solusi praktis agar air hujan dapat terserap lebih efektif ke tanah dan mengurangi potensi genangan saat musim hujan. Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menilai persoalan banjir di Jakarta sebagai tantangan bersama.

“Inisiatif ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Andrew Susanto dalam keterangan pers tertanggal 28 Desember 2025.

Lurah Karet Kuningan, Istambul Afrikana, mengapresiasi dukungan tersebut, berharap fasilitas ini dapat membantu mengurangi risiko genangan dan banjir. “Pemerintah kelurahan menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat,” kata Istambul.

Banjir merupakan ancaman tahunan di Jakarta, dipicu oleh curah hujan tinggi, luapan sungai, dan kapasitas drainase yang terbatas. Kondisi geografis Jakarta yang berada di dataran rendah dengan aliran sungai besar serta pola curah hujan ekstrem menjadi faktor utama risiko ini.

Sumur resapan dianggap efektif mengoptimalkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, mengurangi beban genangan, dan mengisi ulang air tanah. Regulasi seperti yang tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta bahkan mewajibkan pengembangan sumur resapan dalam setiap pembangunan kawasan baru.

Selain musibah banjir, musim hujan juga menuntut kewaspadaan terhadap serangan mikroorganisme penyebab penyakit. Menjaga stamina tubuh agar tetap sehat dan bugar menjadi kunci untuk terhindar dari berbagai ancaman kesehatan yang mengintai.

Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai meliputi:

* Influenza. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus atau air liur, dengan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, letih, lesu, mual, muntah, diare, dan demam hingga 38 derajat Celsius.
* Demam Berdarah (DBD). Disebabkan oleh virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Gejalanya antara lain sakit kepala, demam mendadak, nyeri belakang bola mata, mual, serta manifestasi pendarahan seperti mimisan atau gusi berdarah. Pencegahan paling efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.
* Diare. Penyakit ini muncul akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri (misalnya E.Coli, Salmonela, Shigella), virus, atau parasit. Gejala utamanya meliputi dehidrasi, lemas, kulit kering, pusing, dan sering buang air besar. Menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat adalah langkah utama pencegahannya.
* Leptospirosis. Ditularkan melalui kencing tikus yang masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit lecet, atau makanan. Penderita bisa mengalami menggigil, batuk, diare, demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mata merah, dan tidak nafsu makan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.