Padang – SMP Negeri 7 Padang pada hari Senin (17/6) menyuguhkan pertunjukan seni tari tradisional Lenggang Tujuah sebagai sambutan hangat kepada salah satu alumni mereka, Dony Oskaria. Pertunjukan ini menjadi simbol penghormatan dan kebanggaan sekolah terhadap alumni yang kini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia.

Kedatangan Dony ke sekolah tersebut, menurut penuturannya, adalah wujud silaturahmi dengan para pendidik yang telah berperan penting dalam pembentukan karakternya. “Kunjungan ini bukan sekadar agenda kedinasan, melainkan sebuah perjalanan nostalgia ke masa lalu,” ujarnya.

Dony tampak bersemangat menyalami para guru yang menyambutnya dengan rasa bangga. Tarian Lenggang Tujuah, yang ditampilkan di barisan depan, menghadirkan nuansa adat Minangkabau yang kental. Para siswa menari dengan penuh percaya diri di hadapan alumni kehormatan yang datang bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta jajaran Forkopimda.

Bagi para siswa, penampilan tersebut bukan hanya sekadar pertunjukan seremonial. Ada kebanggaan tersendiri karena mereka dipercaya menyambut tokoh nasional yang pernah menimba ilmu di tempat yang sama.

Kiki Ramadheni, Guru Seni Budaya sekaligus pelatih tari, menjelaskan bahwa tarian yang dibawakan sebenarnya sudah sering ditampilkan dalam berbagai acara penyambutan resmi sekolah. “Kalau untuk prosesnya biasanya anak-anak latihan sekitar dua minggu kurang. Tapi karena tarinya sudah ada, kali ini kita cuma latihan satu hari saja,” jelasnya.

Meskipun waktu latihan terbilang singkat, para penari mampu menampilkan kekompakan yang memukau. Pengalaman tampil sebelumnya membuat mereka mampu menyesuaikan gerakan dengan cepat. Kiki juga menjelaskan bahwa kelompok tari sekolah diberi nama Sanggar Lenggang 7, sebagai identitas seni budaya yang melekat dengan SMPN 7 Padang.

Menurut Kiki, nama Lenggang Tujuah terinspirasi dari karakter dasar tarian perempuan Minangkabau yang identik dengan lenggang dan lenggok gerakan yang lembut. “Inspirasinya dari gerakan lenggang atau lenggok dalam tarian perempuan. Sedangkan ‘Tujuah’ kita ambil dari nama sekolah, jadi menggambarkan lenggangan khas SMP 7,” terangnya.

Sanggar Lenggang 7 telah beberapa kali meraih penghargaan dalam ajang seni tingkat kota hingga nasional. “Alhamdulillah, anak-anak pernah meraih juara dua Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Padang,” ungkap Kiki. Selain itu, mereka juga kerap meraih juara satu dan juara tiga dalam berbagai perlombaan seni tingkat kota.

Kehadiran Dony Oskaria pada hari itu terasa semakin bermakna. Di sekolah tempat ia pernah belajar, tradisi dan kreativitas siswa terus hidup, diteruskan melalui lenggang tari yang menyambut, seolah menghubungkan masa lalu dan masa kini dalam satu panggung kebanggaan.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.