Selatpanjang – Wabah muntaber melanda Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dan menyebabkan seorang balita meninggal dunia. Kondisi cuaca buruk dan kualitas air yang rendah menjadi pemicu utama peningkatan kasus ini.
Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti mengonfirmasi adanya korban jiwa. Balita tersebut berasal dari Kecamatan Merbau.
“Sudah ada korban anak balita di wilayah Puskesmas Teluk Blitung,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, Jumat (17/10/2025).
Dehidrasi parah akibat keterlambatan penanganan menjadi penyebab kematian balita tersebut.
Muntaber disebabkan oleh bakteri yang berkembang biak dalam kondisi air dan makanan yang tidak sehat, terutama saat musim hujan.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk selalu memasak air minum hingga mendidih dan memastikan makanan yang dikonsumsi sehat.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti sempat kewalahan menangani lonjakan pasien muntaber. Pihak rumah sakit bahkan mengoptimalkan ruangan untuk rawat inap.
Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Sardi, mengatakan, lonjakan pasien sempat membuat rumah sakit penuh. Namun, ia menyebut kasus muntaber saat ini mulai menunjukkan penurunan.
Masyarakat diimbau segera membawa penderita muntaber ke fasilitas kesehatan terdekat. Keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal.











