Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) mengerahkan ribuan mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada pemulihan pasca-bencana, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat terdampak. Pelepasan resmi 2.232 mahasiswa dilakukan dalam acara pembekalan dan kuliah umum yang berlangsung di Auditorium UNP, Rabu (17/12/2025).

Muhaimin Iskandar, dalam sambutannya, menyoroti pentingnya pengalaman langsung di lapangan bagi mahasiswa KKN. Ia menyatakan bahwa pembelajaran dari alam dan masyarakat, khususnya di wilayah yang pernah dilanda bencana seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, merupakan sumber ilmu yang sangat berharga. “Perkembangan alam dan masyarakat kita harus kita jadikan sebagai sumber teori baru yang akan bermanfaat buat membangun bangsa kita,” tegasnya.

Penempatan mahasiswa KKN di wilayah bencana akan difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pemulihan psikologis korban, penguatan ekonomi lokal, dan pemenuhan kebutuhan logistik. Menurutnya, pengalaman KKN di lokasi bencana akan membentuk mahasiswa menjadi individu yang lebih tangguh dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas di lapangan. “Hari ini tantangannya sungguh berubah, ini semua akibat perkembangan dan kemajuan di satu sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, di sisi yang lain perkembangan bumi kita, alam kita,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa KKN juga ditantang untuk mengembangkan solusi inovatif dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, baik di wilayah bencana maupun non-bencana. Sebagai bentuk apresiasi, Muhaimin Iskandar menjanjikan hadiah menarik bagi lima penulis terbaik yang mampu mendokumentasikan temuan mereka selama KKN. “Saya ingin tahu kalau ada yang menulis bagus tentang pemberdayaan yang seharusnya untuk desa-desa. Lima besar penulisan terbaik saya kasih hadiah yang memuaskan,” pungkasnya. Acara pelepasan tersebut juga dihadiri oleh Abdul Haris, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.