Internasional – Manchester United gagal memboyong winger Bournemouth, Antoine Semenyo, pada bursa transfer Januari ini. Meskipun telah melakukan perubahan besar dalam sistem permainan dan tawaran finansial yang signifikan, Semenyo sejak awal hanya menaruh minat pada Manchester City.

Seorang jurnalis transfer terkemuka mengungkapkan, Manchester United bahkan rela mengorbankan skema bermain andalan mereka demi menyesuaikan peran Semenyo di Old Trafford. Namun, janji tersebut tidak cukup mengubah keputusan pemain berusia 25 tahun itu.

Semenyo menjadi salah satu nama paling panas di antara klub-klub “Big Six” Premier League. Klausul rilisnya senilai 65 juta Poundsterling hanya aktif pada periode 1 hingga 10 Januari. Ketidakhadiran Semenyo di Piala Afrika karena Ghana gagal lolos, membuat kepindahannya pada musim dingin hampir tak terhindarkan.

Tottenham Hotspur sempat mengajukan tawaran serius dan bahkan siap menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di klub, namun ditolak. Liverpool hanya melakukan pendekatan awal pada November lalu. Sementara Chelsea dan Arsenal menyusul dengan pertanyaan di menit-menit akhir. Persaingan sesungguhnya mengerucut antara Manchester City dan Manchester United.

Sebelumnya, beredar spekulasi bahwa United akan mengubah Semenyo menjadi wing-back kiri, seiring kebiasaan pelatih Ruben Amorim yang menggunakan formasi 3-4-2-1. Namun, asumsi tersebut keliru.

United menegaskan kepada Semenyo bahwa mereka siap mengubah sistem permainan demi dirinya. Ide United adalah membuka pintu ke sistem baru di mana Semenyo bermain lebih ke depan, bukan sebagai wing-back.

Meski United disebut melakukan upaya finansial besar, terutama pada hari terakhir negosiasi, serta bersedia menyesuaikan taktik, restu dari sang pemain tetap tidak kunjung datang.

Pada akhirnya, Semenyo memilih Manchester City. Klub tersebut kini bersiap membuka pembicaraan langsung dengan Bournemouth terkait struktur transfer dan skema pembayaran.

Pelatih United, Ruben Amorim, sebelumnya telah meminta manajemen untuk “all in” atau tidak sama sekali pada bursa Januari. Amorim tidak tertarik pada transfer jangka pendek atau pemain pelapis yang tidak berdampak besar.

Semenyo dianggap sebagai pemain pembeda. Dengan kegagalan ini, United kini dihadapkan pada dilema mencari penyerang lain atau menyimpan dana untuk musim panas.

Setan Merah sejatinya juga mengincar gelandang tengah. Namun, tiga target utama seperti Carlos Baleba, Elliot Anderson, dan Adam Wharton, diprediksi tidak akan tersedia pada Januari.

Dengan keengganan klub merekrut opsi di bawah standar, bukan tidak mungkin mereka menutup bursa musim dingin tanpa satu pun rekrutan, demi menyiapkan langkah besar di musim panas mendatang.

Di sisi lain, potensi kedatangan Semenyo ke Etihad Stadium bisa membuka peluang Savinho hengkang. Winger Manchester City itu kembali diminati Tottenham Hotspur setelah upaya mereka pada musim panas lalu gagal.

Posisi Savinho diyakini semakin terancam. Ia hanya mendapat sekitar 20 menit bermain melawan West Ham, dan belakangan itu menjadi pencapaian terbaiknya di liga. Jika City berhasil mendapatkan Semenyo, keraguan besar akan muncul soal masa depan Savinho.

Tottenham masih menjadi opsi menarik bagi Savinho, yang diyakini bisa mendapatkan peran lebih signifikan di London Utara.

Sementara itu, Manchester United dikabarkan telah menyiapkan target winger baru setelah melihat City semakin dekat dengan Semenyo. Klub juga memiliki kekhawatiran serius terhadap masa depan jangka panjang Patrick Dorgu, serta mempertimbangkan merekrut pemain Newcastle yang dapat dikonversi menjadi wing-back kiri.

Bursa transfer Januari semakin memanas. Kegagalan mendapatkan Semenyo ini bisa menjadi sinyal awal bahwa Manchester United tengah menyiapkan revolusi besar, bukan sekarang, melainkan di musim panas mendatang.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.