Bukittinggi – Kekompakan dan kejujuran menjadi modal utama bagi pengurus dan anggota koperasi agar tidak mengalami perpecahan hingga bubar.
Hal tersebut disampaikan oleh Netty, anggota Koperasi Serba Usaha Pulau Harapan, saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Usaha Koperasi Sektor Riil Menuju Restrukturisasi Usaha, Jumat (26/9/2025).
Netty menekankan, modal awal koperasi bukanlah simpanan pokok atau wajib, melainkan kekompakan dan kejujuran.
“Carilah pengurus yang jujur dan kuat mental menghadapi tantangan dari anggota maupun masyarakat,” ujarnya di hadapan pengurus Koperasi Produsen Souvenir Kriya Minangkabau dan Konsumen Sabana Lamak Badaceh.
Netty menceritakan pengalamannya membangun Koperasi Serba Usaha Pulau Harapan yang berdiri sejak 2013 dengan 13 anggota.
Koperasi tersebut berkembang dari unit simpan pinjam menjadi unit usaha lain seperti budi daya ikan, pangkalan gas, hingga pengolahan makanan berbasis ikan.
“Untuk unit simpan pinjam, pinjaman tidak boleh melebihi simpanan wajib anggota. Sampai saat ini tidak ada pinjaman macet,” tegasnya.
Netty menambahkan, koperasi dengan keterbatasan dana perlu membangun jaringan dengan pihak lain, termasuk anggota dewan dan pemerintah.











