Painan – Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menghadapi masalah serius terkait minimnya armada pemadam kebakaran. Hanya lima unit mobil Damkar yang tersedia untuk melayani 15 kecamatan.

Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian, mendorong pengadaan Becak Motor Kebakaran (Betokar) di setiap nagari sebagai solusi inovatif.

“Pengadaan Betokar bisa menjadi solusi cepat dan realistis,” ujar Dani, Kamis (28/8/2025), menyoroti akses jalan sempit di banyak pemukiman padat.

Menurutnya, Betokar akan mempercepat respons kebakaran di daerah terpencil dan menjadi garda terdepan sebelum Damkar kabupaten tiba.

Selain itu, Betokar dapat difungsikan untuk distribusi air bersih saat kemarau atau gangguan PDAM.

Dani menekankan pentingnya pembentukan Relawan Kebakaran Nagari yang terkoordinasi, memiliki standar teknis, pelatihan, dan anggaran berkelanjutan.

“Relawan inilah yang akan menjadi ujung tombak penanganan cepat,” katanya.

Dani juga mendorong Pemkab Pessel untuk memastikan ketersediaan pos dan armada Damkar yang merata di tingkat kecamatan.

“Idealnya, setiap kecamatan punya minimal satu unit mobil Damkar dan pos pemadam permanen yang siaga 24 jam,” tegasnya.

Ia berharap DPRD Sumbar membantu melalui alokasi pokok pikiran (pokir) untuk menambah unit Damkar di daerah prioritas.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana besar terjadi,” pungkasnya, mengingatkan pada kebakaran di Pasar Payakumbuh sebagai pelajaran.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.