Padang – Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota Padang 2025, yang bertujuan mengumpulkan dana untuk membantu korban banjir dan tanah longsor, telah sukses ditutup. Acara yang berlangsung selama seminggu ini tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga platform untuk mempromosikan rasa tanggung jawab sosial.
Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Padang, Santaro Abe, menyatakan bahwa turnamen tahun ini memiliki konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, semangat tanggung jawab sosial adalah landasan utama dalam menyelenggarakan kegiatan ini. “Turnamen yang kita gelar kali ini berbeda dari sebelumnya. Semangat yang kita usung adalah kepedulian terhadap korban bencana,” katanya.
Santaro Abe lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun kompetisi di lapangan berlangsung sengit, tujuan kemanusiaan tetap menjadi prioritas. Ia menambahkan bahwa semua pihak yang terlibat setuju untuk menjadikan turnamen ini sebagai sarana untuk berbagi di tengah suasana duka yang melanda daerah. “Sebagian dari insert, termasuk pendapatan lainnya, nanti kita sumbangkan bagi korban bencana. Inilah latar belakang kegiatan ini kita buat sejak awal,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Turnamen Mini Soccer Kemanusiaan ini. Ia menilai bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan nyata solidaritas bagi masyarakat yang terkena dampak bencana. “Kita sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PDPM Kota Padang. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kita sedang berduka, tapi kita harus bangkit,” ungkapnya.
Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota Padang ini berlangsung selama tujuh hari, mulai dari 18 hingga 24 Desember 2025. Semua pertandingan diadakan di Top Score Arena Tunggul Hitam dan diikuti oleh berbagai tim dari berbagai komunitas.










