Jakarta – PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, holding BUMN sektor pertambangan, di tengah transisi energi global dan tantangan ekonomi dunia, terus menunjukkan peran strategisnya dalam menggali potensi sumber daya alam, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
MIND ID mewujudkan tekadnya itu, melalui strategi hilirisasi mineral, praktik pertambangan berkelanjutan, dan program pemberdayaan masyarakat. MIND ID tidak hanya meningkatkan kontribusi sektor tambang terhadap PDB Indonesia, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
“Kebulatan tekad yang sungguh-sungguh ini, membuat MIND ID berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp145,2 triliun, tumbuh 34,56 persen dari tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan melonjak menjadi Rp40,2 triliun, naik 46 persen dibandingkan 2023. Aset perusahaan meningkat menjadi Rp292,1 triliun dari Rp259,2 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan naik dari Rp90 triliun menjadi Rp124,6 triliun, mengikuti ekspansi produksi dan hilirisasi di seluruh entitas anak,” kata Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, baru-baru ini.
Ia mengatakan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) MIND ID juga telah menyetujui Laporan Keuangan Konsolidasian Auditan Tahun Buku 2024, dengan opini wajar dalam semua hal Material. Capaian ini menandai kepercayaan terhadap tata kelola dan transparansi yang dijalankan perseroan.
“RUPS juga menyetujui pembagian dividen sebesar 55% dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2024 senilai Rp36,5 triliun, yakni menjadi Rp20,1 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan dividen Tahun Buku 2023 sebesar Rp17,14 triliun,” tambahnya.
Sementara sisa 45% laba bersih atau sekitar Rp16,44 triliun akan dialokasikan untuk mendukung kelanjutan program hilirisasi yang dijalankan oleh Grup MIND ID. Hilirisasi menjadi strategi utama untuk memperkuat daya saing nasional, melalui peningkatan nilai tambah komoditas mineral.
Maroef menegaskan, bahwa capaian dan kontribusi dividen ini adalah hasil dari sinergi strategi operasional, penguatan tata kelola, serta komitmen terhadap prinsip keberlanjutan.
“Di tengah dinamika global dan transisi energi, kami memastikan seluruh operasional berbasis pada keberlanjutan. Ini terbukti memperkuat performa finansial dan kontribusi ekonomi,” ujarnya.
Maroef menambahkan bahwa penerapan Good Mining Practice menjadi motor utama penguatan kinerja. Menurutnya, keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, melainkan strategi jangka panjang.
“Kami memastikan nilai tambah dari hulu ke hilir berjalan optimal dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan,” katanya.
Sepanjang 2024, MIND ID juga telah menyelesaikan sejumlah proyek strategis seperti Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Smelter Tembaga dan Precious Metal Refinery, serta uji coba konversi batu bara menjadi artificial graphite dan anodized sheet.
Tahun 2025, MIND ID memprioritaskan pembangunan SGAR Fase II di Mempawah, fasilitas RKEF & HPAL di Halmahera Timur, optimalisasi Precious Metal Refinery, pembangunan PLTG di Gresik, serta peningkatan angkutan batu bara Tanjung Enim–Keramasan. Perusahaan juga mengembangkan tiga proyek nikel strategis di Sulawesi—IGP Pomalaa, IGP Morowali, dan HPAL Sorowako—untuk memperkuat fondasi ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Kami berkomitmen mendorong industrialisasi mineral yang berkelanjutan dan memperbesar kontribusi sektor tambang bagi tercapainya Indonesia Emas 2045,” ujar Maroef.
Sementara Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, menyampaikan bahwa kinerja ekonomi global sepanjang 2024 menghadirkan tantangan baik dari sisi transisi energi maupun dinamika geopolitik, yang memengaruhi ekosistem industri pertambangan nasional.
Namun demikian, MIND ID mampu merespons melalui transformasi yang dijalankan bersama seluruh Anggota Grup sehingga kinerja perusahaan tetap tumbuh positif dan berhasil mencatatkan laba sebesar Rp40,2 triliun pada 2024.
“Melalui penerapan strategi pertambangan dan komersial yang terintegrasi, MIND ID bersama seluruh Anggota Grup dapat terus tangguh dan semakin gemilang menghadapi tantangan serta berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi Negara,” ungkap Fuad.
Komitmen strategis MIND ID dalam menggali dan mengelola potensi bangsa, mulai dari sumber daya alam, manusia, budaya, hingga lingkungan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menambang tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga sebagai upaya menyeluruh dalam membangun negeri: mengembangkan talenta muda, melestarikan nilai lokal,
memanfaatkan teknologi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kekayaan budaya di sekitar wilayah operasional menjadi aset sosial yang dijaga dan diangkat agar pembangunan sejalan dengan akar lokal.
Sumber daya manusia adalah kekuatan strategis.
MIND ID terus mendorong penguatan
kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan, membentuk generasi adaptif dan tangguh
menghadapi masa depan. Menggerakkan ekonomi menjadi hasil dari hilirisasi dan integrasi rantai pasok.
Dampaknya membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan daerah, memperkuat ketahanan industri nasional. MIND ID terus bertransformasi melalui efisiensi operasional, mitigasi risiko, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Setiap lahan pascatambang dipulihkan dan dimanfaatkan kembali untuk masyarakat,
sebagai wujud komitmen membangun demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
MIND ID juga terus memperkuat implementasi prinsip pertambangan berkelanjutan melalui berbagai program inovatif. Langkah ini dilakukan agar manfaat dari sumber daya alam mineral dan batu bara dapat dioptimalkan, dengan tetap menjaga keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah operasional.
Komitmen tersebut tercermin dari sejumlah inisiatif yang dijalankan oleh Anggota Grup MIND ID, di antaranya program *Q-Nest ASHA* dan Eco Teraco. Kedua program ini membuktikan bahwa inovasi di sektor pertambangan dapat diarahkan untuk memperkuat kontribusi sosial dan ekologis, khususnya di wilayah sekitar tambang.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyampaikan bahwa implementasi prinsip pertambangan berkelanjutan akan memberikan dampak yang lebih optimal apabila diiringi dengan pengembangan program inovatif.
“Sebagai perusahaan milik negara, MIND ID ingin menjadi penggerak inovasi berkelanjutan agar sektor pertambangan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang lebih baik,” ungkap Pria.
Ia menjelaskan bahwa program *Q-Nest ASHA* merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang dirancang untuk membantu mantan penambang ilegal, beralih profesi menjadi peternak burung puyuh modern. Program ini memberikan alternatif usaha yang ramah lingkungan dengan kebutuhan lahan yang minimal bagi masyarakat di daerah operasional PT Bukit Asam Tbk.
Saat ini, peternakan burung puyuh yang dijalankan mampu memproduksi hingga 300 butir telur per bulan setiap penerima manfaat, menyediakan sumber protein yang terjangkau dan dapat diakses oleh masyarakat.
Sementara itu, program Eco Teraco dari PT Vale Indonesia Tbk merupakan inovasi yang mengubah limbah tambang nikel menjadi bahan bangunan ramah lingkungan. Material yang dihasilkan dirancang untuk menjawab kebutuhan infrastruktur berkelanjutan sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular dalam praktik pertambangan modern.
“Program ini juga menjadi wujud nyata dari upaya kami untuk memastikan limbah tambang tidak menjadi beban lingkungan, melainkan aset berharga,” tutup Pria. (hendri)












