Padang – Di tengah upaya pemulihan pascabencana yang melanda berbagai wilayah di Sumatera, seruan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial menjelang Ramadan 1447 Hijriah menggema. Anggota DPR RI, Nevi Zuairina, menekankan pentingnya menjadikan bulan suci ini sebagai momentum kebangkitan spiritual dan sosial bagi masyarakat yang terdampak.
Sebagai representasi dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga pada penguatan jiwa dan kepedulian terhadap sesama. “Ramadan hadir bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai cahaya penguat bagi mereka yang sedang diuji,” ujarnya, menyoroti peran Ramadan dalam memberikan harapan dan ketenangan batin.
Menurut anggota Komisi VI DPR RI ini, ibadah puasa dapat menjadi sarana untuk melatih keteguhan dan kesabaran. Ia meyakini bahwa kemampuan menahan diri dari lapar dan dahaga dapat menguatkan mental dan spiritual individu, terutama bagi mereka yang tengah menghadapi cobaan berat. “Saudara-saudara kita yang terdampak bencana mungkin kehilangan harta dan tempat tinggal, tetapi jangan sampai kehilangan harapan. Ramadan mengajarkan kita bahwa pertolongan Allah itu dekat,” tambahnya.
Nevi menyampaikan rasa empatinya kepada masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, dan wilayah lain yang terdampak bencana. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum mempererat tali persaudaraan, memperbanyak doa, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.
Ia juga berharap agar masjid, mushala, dan ruang-ruang kebersamaan dapat kembali dihidupkan dengan kegiatan positif yang dapat memberikan semangat dan dukungan bagi para korban bencana. “Semoga Ramadan tahun ini menjadi bulan pemulihan dan penguatan bagi seluruh masyarakat Sumatera yang sedang diuji,” ungkapnya.
Pada 12 Maret, Nevi Zuairina menutup pesannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan hati yang ikhlas, sabar, dan penuh keyakinan. “Mari kita sambut dengan keikhlasan, kesabaran, dan keyakinan bahwa Allah SWT tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berserah diri,” pungkasnya. Ia menekankan bahwa di balik setiap musibah, terdapat hikmah dan janji kemudahan dari Allah SWT.










