Jakarta – Bank-bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) secara kompak menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4 persen per tahun. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berasal dari dirinya.
Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyatakan tidak pernah memerintahkan bank untuk mengambil langkah tersebut. “Orang menuduh saya, ‘itu kebijakan Menteri Keuangan mendikte perbankan untuk menaikkan bunga deposito dolar ke 4 persen’. Enggak ada kebijakan seperti itu. Saya tidak pernah menyuruh Danantara atau bank untuk menaikkan bunga deposito seperti itu,” kata Purbaya, dikutip Minggu, 28 September 2025.
Purbaya mengakui pemerintah sempat menyiapkan strategi untuk menarik dolar milik warga Indonesia yang disimpan di luar negeri. Rencana ini pernah diungkap Purbaya setelah menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada pekan lalu.
Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap diskusi. Pemerintah masih mempertimbangkan dampak dan risikonya. “Sepertinya pada waktu Presiden memerintahkan timnya untuk menghitung risiko yang sebelumnya tidak dihitung, jadi itu belum selesai,” jelasnya.
Pengganti Sri Mulyani Indrawati ini juga menegaskan dirinya adalah pribadi yang pro pasar (pro market). Ia mendorong bunga rendah bukan dengan memaksa menurunkan bunga, melainkan dengan menambah suplai uang sehingga mekanisme pasar dapat berjalan. Kebijakannya lebih condong untuk menggerakkan pasar agar lebih efisien, “Bukan mendikte.”
Sebelumnya, sejumlah bank BUMN mengumumkan kenaikan bunga deposito valas di laman resminya masing-masing. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, misalnya, resmi menaikkan suku bunga deposito dolar AS (US$) menjadi 4 persen pada Rabu, 24 September 2025.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga ini merupakan strategi perseroan untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah. Terutama bagi nasabah yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri. Selain BNI, bank lain yang juga mengumumkan kenaikan bunga deposito valas antara lain BRI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI.











