Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berencana mempercepat proses tender proyek-proyek strategis tahun anggaran 2026 melalui skema lelang dini. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk merehabilitasi dan merekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan APBD tahun depan. “Kita perlu cepat, karena pada tahun anggaran 2026 nanti, fokus kita adalah rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana,” ujarnya.

Inisiatif ini muncul setelah Pemprov Sumbar menerima apresiasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian atas kinerja pengelolaan anggaran daerah dan respons cepat terhadap bencana. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia, Selasa (24/12/2025).

Menurut data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), realisasi belanja APBD Sumbar mencapai 85,58 persen dari total APBD sebesar Rp6,24 triliun. Capaian ini menempatkan Sumbar pada posisi ketiga nasional dalam realisasi belanja APBD provinsi, setelah Jawa Barat dan Kepulauan Riau. Sementara itu, realisasi pendapatan APBD Sumbar mencapai 93,32 persen dari target Rp6,12 triliun, melampaui rata-rata nasional sebesar 89,31 persen, sehingga Sumbar menduduki peringkat 10 nasional untuk realisasi pendapatan.

Tito menyoroti efektivitas koordinasi lintas sektor di Sumbar dalam penanganan bencana, yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak dengan segera. “Secara persentase, kinerja APBD Sumbar bagus. Termasuk dalam penanganan bencana Sumbar juga menunjukkan kinerja positif,” katanya.

Mahyeldi menyambut baik apresiasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran Pemprov Sumbar. “Alhamdulillah, dari pelaksanaan APBD tahun 2025 ini, kita termasuk yang baik. Dari sisi pendapatan kita masuk 10 besar nasional, dan dari sisi belanja kita termasuk tiga besar nasional,” ungkapnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.