Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah menyusun langkah mitigasi setelah ditemukannya kontaminasi radioaktif Cesium-137 pada udang ekspor asal Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat. Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan, kasus ini tidak akan mengganggu pasar ekspor udang ke AS.
Budi menjelaskan, kontaminasi hanya ditemukan pada empat kontainer saja. “Selain itu tidak ada masalah. Mitigasi ke depannya supaya tidak ada kasus itu lagi,” ujarnya di Gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin, 8 September 2025.
Temuan ini pertama kali diumumkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Mereka menyatakan, udang terkontaminasi Cesium-137 terdeteksi saat memasuki pelabuhan di Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
FDA mengambil tindakan pencegahan
Sebagai langkah pencegahan, FDA meminta jaringan ritel Walmart untuk menarik tiga produk udang beku dari produsen Indonesia tersebut. Tujuannya untuk meminimalisir risiko paparan radiasi tingkat rendah yang berpotensi berdampak jika terjadi akumulasi dalam jangka panjang.
“Semua kontainer dan produk yang dinyatakan positif atau menunjukkan tanda-tanda Cs-137 telah ditolak masuk ke Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi FDA, Selasa, 19 Agustus 2025.
Investigasi Bersama Dilakukan
FDA menegaskan akan terus bekerja sama dengan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) serta otoritas pengawas makanan laut Indonesia untuk menyelidiki asal-usul kontaminasi.
“FDA secara aktif menyelidiki laporan kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) dalam kontainer pengiriman dan produk udang beku yang diproses oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) dari Indonesia,” jelas FDA.
Ekspor Udang ke AS Tetap Berjalan
Amerika Serikat merupakan salah satu pasar ekspor utama udang asal Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada kuartal I 2025, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke AS mencapai US$ 7,3 miliar. Dari jumlah tersebut, nilai ekspor udang dan ikan (HS 03) menyumbang US$ 287,34 juta atau 3,93 persen dari total ekspor ke AS.
Budi Santoso memastikan, ekspor udang ke AS akan tetap berjalan, asalkan udang yang dikirim tidak terkontaminasi.












