Padang – PDI Perjuangan memperpanjang masa tugas relawan kesehatan hingga awal Maret 2026 untuk membantu pemulihan korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Instruksi perpanjangan masa tugas ini datang langsung dari Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.
Alex Indra Lukman, Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, menyampaikan harapannya agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan baik. “Saya ucapkan, selamat bertugas dan mendoakan semoga Allah mudahkan selama menjalankan misi kemanusiaan di Ranah Minang,” ujarnya saat pelepasan relawan di Rumah Aspirasi Alex Indra Lukman, Ulak Karang, Padang, Sabtu (30/12/2023).
Tim relawan kesehatan yang dipimpin oleh Ribka Tjiptaning, Ketua DPP Bidang Kesehatan, tiba di Kota Padang pada Sabtu pagi setelah menempuh perjalanan darat dari Jakarta. Apel kesiapan tim sebelum bertugas ke daerah terdampak bencana di Sumatera Barat dihadiri oleh Sri Rahayu, Wakil Sekretaris DPP PDI Perjuangan, serta Albert Hendra Lukman, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Padang, beserta pengurus dan kader lainnya.
Sebanyak 10 perawat dan 6 dokter, termasuk lima dokter diaspora yang merupakan alumni dan bekerja di luar negeri, diterjunkan dalam misi kemanusiaan ini. Selain itu, 8 unit ambulans dikerahkan untuk mendukung pelayanan medis bagi para penyintas bencana di 8 kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Menurut Lukman, pembagian wilayah tugas telah diatur sedemikian rupa. “Pada setiap pembagian wilayah tugas ini, akan ditempatkan seorang dokter, perawat, driver dan co-driver. Juga didukung sejumlah obat-obatan dan vitamin yang diperkirakan akan diperlukan saudara kita yang jadi korban bencana,” jelasnya.
Lukman menyampaikan apresiasi kepada para dokter, perawat, tim ambulans, dan semua pihak yang terlibat dalam membantu korban bencana. Ia juga mengingatkan agar tim tetap waspada selama bertugas. “Selama bertugas di lokasi bencana, tetaplah waspada terutama di saat hujan lebat di bagian hulu sungai. Potensi banjir disertai longsor susulan masih tinggi, sebagaimana terjadi Maninjau (Agam), Batu Busuak (Padang) dan daerah lainnya,” pesannya, mengutip prinsip PDI Perjuangan, ‘Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat.’
Tjiptaning menjelaskan bahwa relawan medis ini berasal dari berbagai daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Jakarta (DIJ), Banten, dan Lampung. “Tugas ini bukan sehari dua hari, tapi sampai kondisi rakyat di lokasi bencana benar-benar pulih,” tegasnya saat pelepasan di halaman Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada 29 Desember 2023.
Tjiptaning menambahkan bahwa Megawati Sukarnoputri meminta agar tim relawan bertugas hingga akhir Februari atau awal Maret 2026, sampai kondisi masyarakat benar-benar stabil. “Bahkan, Ibu Mega meminta sampai akhir Februari atau awal Maret 2026, sampai kondisi masyarakat benar-benar terkondusifkan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kehadiran negara dan partai di saat rakyat mengalami kesulitan. “Relawan ini, sudah siap untuk berpanas hujan di tengah lokasi bencana, bahkan untuk tidak mandi satu minggu. Juga siap untuk menahan lapar,” tambahnya.
Misi kemanusiaan PDI Perjuangan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat didukung oleh 30 unit ambulans, 30 dokter, 60 paramedis, 60 relawan Baguna, dan Tim Kesehatan PDI Perjuangan. Tjiptaning menjelaskan bahwa sebagian paramedis telah bertugas sejak masa tanggap darurat, yakni sejak tanggal 5 Desember 2025 di Aceh. “Selama di lapangan, jaga soliditas dan nama baik partai. Yang tak kalah penting, menjaga kesehatan diri sendiri,” pesannya.
Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan juga telah menugaskan Tri Rismaharini dan Ganjar Pranowo untuk turun langsung ke daerah terdampak bencana di Sumatera Barat.












