Jakarta Utara – Sebuah mobil pengantar makanan bergizi gratis (MBG) menabrak sejumlah siswa di SD Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025) pagi. Akibatnya, 22 orang terluka, dua di antaranya mengalami luka parah dan harus menjalani operasi.
Mobil tersebut, yang digunakan untuk mengantar paket makanan gratis ke sekolah-sekolah di sekitar dapur, tiba-tiba menerobos pagar dan melaju ke arah lapangan sekolah.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.39 WIB ini langsung mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, dirinya terus dipantau oleh Sekretaris Kabinet dan wajib memberikan laporan terkait kejadian ini.
Respons Pejabat Negara
1. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia menegaskan kejadian ini tidak boleh terulang kembali.
“Atas nama pemerintah, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan menyayangkan kejadian ini,” kata Gibran.
Ia juga mendorong penanganan medis maksimal bagi para korban dan meminta agar mereka diberikan pendampingan serta trauma *healing*. Pemerintah telah menginstruksikan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kejadian ini dan meminta dilakukan evaluasi menyeluruh.
2. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan kementeriannya telah mengirim perwakilan untuk menjenguk para korban di rumah sakit.
Dirjen PAUD-Dikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, menyampaikan keprihatinannya dan mengatakan kementerian memberikan santunan kepada korban luka-luka.
“Korban luka serius lima orang masing-masing (dapat bantuan) Rp 5 juta, 17 orang luka ringan masing-masing Rp 2,5 juta,” kata Gogot.
Kementerian berkomitmen mendampingi dan memberikan dukungan penuh kepada siswa, guru, dan sekolah yang terdampak.
3. Dewan Perwakilan Rakyat
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendesak pemerintah bertanggung jawab atas insiden ini. Ia mendorong penyelidikan yang transparan dan tuntas.
“Apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam proses distribusi,” kata Lalu.
Menurutnya, program MBG seharusnya tidak berjalan tanpa memastikan keamanan maksimal. Ia juga mendorong evaluasi terhadap mekanisme penyaluran dan pelaksanaan program.
“Segera perbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah manapun,” ucap Lalu.
Keselamatan pelajar dan tenaga didik di lingkungan sekolah harus menjadi prioritas.
Pilihan Editor: Perlukah Memasukkan Materi Gizi di Setiap Pelajaran Sekolah












