Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 8 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Siswa PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, dan balita menjadi bagian dari program ini.

Program ini menunjukkan dampak positif pada kesehatan dan pendidikan masyarakat.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi, Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa MBG adalah wujud kehadiran negara.

“Lewat sepiring makan bergizi, negara hadir di ruang kelas, di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan di hati masyarakat,” ujar Noudhy.

Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, mengungkapkan dampak positif MBG mulai terlihat.

Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak-anak dan remaja di daerah penerima program menjadi salah satu indikatornya.

“Hasil pemantauan selama 15 minggu pelaksanaan program di Kota Bogor menunjukkan adanya peningkatan rata-rata IMT menurut umur,” kata Ikeu.

Ikeu menambahkan, status gizi siswa sekolah dasar penerima Program MBG di Aceh juga menunjukkan perbaikan.

Studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan MBG meningkatkan fokus belajar dan kemampuan kognitif siswa.

Terutama bagi siswa yang sebelumnya tidak sarapan.

Selain kesehatan dan pendidikan, MBG juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

Program ini menciptakan lapangan kerja baru dan memberdayakan UMKM serta BUMDes dalam penyediaan bahan baku.

Suratina, seorang pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sleman, Yogyakarta, mengaku senang dengan pekerjaannya.

“Saya suka teringat cucu saya di rumah. Teringat saat menyediakan bekal untuk saya dulu,” ujarnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.