Padang – Masjid Agung Nurul Iman Kota Padang memperketat kriteria penerima bantuan anak yatim dengan fokus pada penguasaan Al-Quran. Kebijakan ini diumumkan bersamaan dengan pemberian santunan Lebaran dan bantuan pendidikan kepada 52 anak yatim dan piatu binaan, Selasa (10/3/2026).

Sebanyak 52 anak yatim menerima santunan sebesar Rp750 ribu per orang. Dana tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan mereka menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Salah seorang penerima santunan, Alam Firdaus, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Sangat senang bisa dapat THR hari ini. Uangnya mau dipakai untuk jajan dan beli baju baru buat Lebaran nanti,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Harian Masjid Agung Nurul Iman, Salmadanis, menjelaskan bahwa santunan ini berasal dari amanah para donatur. Dana tersebut diprioritaskan untuk paket Ramadan, sementara bantuan pendidikan akan disalurkan secara terpisah. “Biaya khusus sekolah akan kami berikan pada bulan April mendatang. Hal ini dilakukan agar penggunaan dana tetap terkontrol dan tidak habis sekaligus untuk keperluan Lebaran, sehingga pendidikan anak-anak tetap terjamin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Salmadanis menyatakan bahwa mulai April 2026, penerima bantuan akan dievaluasi berdasarkan standar kompetensi Tahfidz, Tahsin, dan Hafidz. “Kami menetapkan syarat minimal hafal satu juz AlQuran. Jika anak-anak tidak bisa memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan masjid, dengan berat hati kami akan mencari pengganti yang lebih siap. Targetnya sangat jelas, anak yatim binaan kita harus bisa kuliah hingga ke luar negeri,” tegasnya.

Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan anak yatim. Selain penguatan iman melalui hafalan AlQuran, penguasaan Bahasa Inggris juga menjadi perhatian utama bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri atau sekolah unggulan.

Selain beasiswa, pengurus masjid juga berencana meningkatkan fasilitas bagi anak binaan. Bantuan bulanan yang semula Rp100 ribu akan dinaikkan. Pelayanan kesehatan pun ditingkatkan. “Dulu BPJS-nya kelas tiga, sekarang kita upayakan menjadi kelas satu. Kita ingin anak-anak yatim ini memiliki masa depan yang jelas, menjadi sarjana, dan mampu meraih cita-cita menjadi pemimpin bangsa, baik itu wali kota, gubernur, bahkan menteri,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.