Bukittinggi – Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Kamis pagi, memicu seruan kewaspadaan dari pihak berwenang kepada masyarakat dan wisatawan di sekitarnya. Erupsi yang terjadi pada pukul 08.41 WIB tersebut, meski tidak terlihat secara visual, terekam jelas oleh alat seismograf.

Menurut Pengamat Gunung Api Marapi, Teguh Firmansyah, aktivitas erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 16 milimeter dan durasi 17 detik. “Aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat seismograf,” ujarnya.

Menyusul kejadian ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Marapi masih menunjukkan fase aktif.

Salah satu rekomendasi utama adalah larangan memasuki dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, yang merupakan pusat aktivitas gunung. “Masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki dan beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Kawah Verbeek,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta untuk mewaspadai potensi lahar dan banjir lahar, terutama saat musim hujan. Imbauan serupa juga diberikan terkait penggunaan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan atau ISPA apabila terjadi hujan abu.

Pentingnya menjaga situasi tetap kondusif juga ditekankan oleh pihak berwenang, dengan mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks) serta tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Koordinasi antara Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung, atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi juga menjadi perhatian, guna memperoleh informasi terkini terkait aktivitas Gunung Marapi.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.