Pariangan – Masyarakat di sekitar Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar, kini dapat bernapas lega dengan dimulainya proyek pembangunan Sabo Dam. Proyek strategis untuk pengendalian lahar dingin dan sedimen ini secara resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, pada Selasa (3/3/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah, termasuk anggota Komisi V DPR RI, Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Bupati Tanah Datar, Wali Kota Bukittinggi, Ketua DPRD Tanah Datar, serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Anggota Komisi V DPR RI menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dalam merealisasikan pembangunan Sabo Dam di kawasan rawan bencana Gunung Marapi. Ia menegaskan, “Pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, ini adalah wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang masih menyimpan trauma atas bencana banjir bandang lahar dingin 11 Mei 2024.”

Pemerintah telah merencanakan pembangunan sebanyak 56 unit Sabo Dam secara bertahap di kawasan Gunung Marapi, yang akan dibagi menjadi empat tahap pelaksanaan. Untuk Tahap I, anggaran telah dialokasikan dengan skema multiyears untuk pembangunan lima unit Sabo Dam di wilayah Tanah Datar, tiga unit di Kabupaten Agam, serta satu paket river training works yang juga berlokasi di Tanah Datar.

Lebih lanjut, Anggota Komisi V DPR RI menjelaskan bahwa proses untuk membuka blokir anggaran pembangunan ini bukanlah perkara mudah. “Dalam berbagai rapat kerja Komisi V bersama Kementerian PU, kami terus menyuarakan pentingnya pembukaan blokir tersebut,” jelasnya. “Alhamdulillah, dengan dukungan Menteri PU dan Dirjen SDA, blokir anggaran akhirnya dibuka dan pembangunan hari ini resmi dimulai.”

Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat di sekitar lokasi proyek untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran pelaksanaan pembangunan, termasuk dalam proses pembebasan lahan dan kelancaran pekerjaan konstruksi. “Infrastruktur ini dibangun untuk keselamatan dan keberlangsungan hidup kita bersama,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya pembangunan Sabo Dam ini, dapat menjadi langkah signifikan dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana, menjaga lahan pertanian dan aliran sungai, serta memperkuat ketangguhan Provinsi Sumatera Barat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.