Manchester – Manchester City tengah menghadapi periode sulit usai menelan dua kekalahan beruntun dalam tiga hari terakhir.
The Citizens takluk di kandang Newcastle United dalam lanjutan Liga Primer Inggris, sebelum kembali menyerah di hadapan Bayer Leverkusen pada ajang Liga Champions, Rabu (26/11).
Dua hasil negatif ini berdampak pada suasana ruang ganti dan menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi tim asuhan Pep Guardiola, yang sebelumnya hanya merasakan satu kekalahan dalam 14 pertandingan terakhir.
Tijjani Reijnders, salah satu pemain yang menjadi bagian dari rotasi pemain saat melawan Leverkusen, meminta rekan-rekannya untuk tetap tenang.
Reijnders menekankan pentingnya menjaga kepercayaan diri dan fokus pada pertandingan berikutnya sebagai cara terbaik untuk kembali ke jalur kemenangan.
“Kita tidak boleh kehilangan kepercayaan diri karena kita sudah bermain bagus sebelumnya dan kita harus kembali ke kemenangan beruntun itu dengan bersiap untuk pertandingan berikutnya pada hari Sabtu,” ujar Reijnders seperti dikutip dari Daily Mail.
Pemain berdarah Indonesia ini juga optimistis menatap pertandingan selanjutnya. “Kita tidak perlu panik sekarang. Tentu saja kalah dua kali berturut-turut bukanlah hal yang baik, tetapi kita tahu masih banyak peluang musim ini dan kita harus berjuang dari pertandingan ke pertandingan,” tegasnya.
Pep Guardiola mengakui bahwa keputusannya merombak tim terlalu drastis saat melawan Leverkusen adalah sebuah kesalahan. Rotasi besar yang dilakukan dalam kondisi tidak ideal dinilai memengaruhi ritme permainan tim.
Meski demikian, Guardiola tetap optimistis bahwa timnya masih memiliki banyak peluang untuk memperbaiki keadaan di sisa musim ini.
“Saya merasa secara naluri, dari firasat saya, tim berlatih dengan baik, mereka luar biasa, suasananya bagus. Jadi ayo, Liga Champions di kandang, posisi kami juga bagus,” kata Guardiola.
“Dan ke depannya, untuk laga-laga berikutnya, kami punya Fulham, Sunderland, Real Madrid, banyak pertandingan beruntun. Tidak mungkin Erling bermain 95 menit sepanjang waktu,” imbuhnya.
Sementara itu, kapten sementara John Stones mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kekalahan dari Leverkusen. Ia mengakui bahwa suasana ruang ganti sedang tidak kondusif dan menilai tim tampil di bawah standar.
Stones menyebut City kehilangan ketajaman, agresivitas, dan sentuhan klinis yang biasanya menjadi ciri khas permainan mereka.
“Kami kurang dalam beberapa hal yang tidak biasa bagi kami sebagai tim dan sebagai pemain, dan kami semua kecewa. Saya kecewa telah memimpin tim keluar,” kata Stones.
City akan berusaha bangkit saat menghadapi Leeds United pada Sabtu (29/11), sebelum bertemu Fulham dan Sunderland. Rangkaian pertandingan ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim sebelum bertandang ke markas Real Madrid pada 11 Desember di Liga Champions.












