Jakarta – Dominasi Ducati di ajang MotoGP musim 2025 diprediksi akan mendapatkan tantangan serius dari Aprilia pada musim mendatang. Hal ini diungkapkan oleh pengamat MotoGP, Carlo Pernat, yang menilai Aprilia RS-GP 2025 berpotensi menjadi ancaman nyata bagi Ducati Desmosedici.
Meskipun Ducati berhasil meraih sapu bersih gelar juara dunia dan memenangkan sebagian besar seri balapan pada musim 2025, performa beberapa pembalapnya dinilai kurang memuaskan. “Ducati tidak akan bisa tidur nyenyak, Aprilia sudah tiba. Bahkan, saya punya kesan mereka juga menekan pedal gas lebih dalam,” kata Pernat, menyoroti potensi ancaman dari tim asal Italia tersebut.
Peningkatan signifikan yang ditunjukkan Aprilia, dengan meraih empat kemenangan dan posisi kedua di klasemen konstruktor, memunculkan harapan untuk perebutan gelar pada 2026. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa Aprilia siap untuk bersaing di level tertinggi.
Pernat mengakui bahwa kehadiran Marc Marquez memberikan dampak positif bagi Ducati. Namun, ia meragukan apakah hal tersebut akan cukup untuk menahan laju Aprilia pada musim depan. “Ducati tidak akan bisa tidur nyenyak, Aprilia sudah tiba. Bahkan, saya punya kesan mereka juga menekan pedal gas lebih dalam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pernat menyoroti posisi kedua klasemen pembalap yang ditempati oleh pembalap Ducati. Namun, ia mengingatkan bahwa Alex Marquez meraih hasil tersebut dengan mengendarai motor GP24, bukan Desmosedici terbaru.
Berdasarkan pengamatannya sepanjang musim 2025, Pernat menyimpulkan bahwa Aprilia RS-GP 2025 berpotensi lebih kompetitif dibandingkan Ducati Desmosedici. Meski demikian, ia tetap mengakui peran penting Marc Marquez dalam kesuksesan Ducati. “Ducati tidak akan bisa tidur nyenyak, Aprilia sudah tiba. Bahkan, saya punya kesan mereka juga menekan pedal gas lebih dalam,” pungkasnya.










