Padang – Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) mengoptimalkan potensi mahasiswanya dalam program respons bencana. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggap Darurat Bencana yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang). Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat mempercepat dan mengefektifkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Para mahasiswa UM Sumbar diterjunkan langsung ke wilayah Nanggalo, Padang, dan Jerong Sakayan Paku, Padang Pariaman. Mereka melaksanakan berbagai tugas, termasuk asesmen lapangan, fasilitasi kegiatan psikososial, pengumpulan data penerima manfaat, serta pendampingan bagi keluarga rentan. Selain itu, mereka turut mendampingi dosen dalam sesi pendampingan berbasis Psychological First Aid (PFA) yang menyasar lansia, ibu rumah tangga, dan anak-anak.

Ketua Tim PKM UM Sumatera Barat, Fadil Maiseptian, pada Senin (29/12/2025), menyoroti peran krusial mahasiswa dalam program ini. “Mahasiswa memiliki energi, empati, dan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa bukan hanya peserta, melainkan “mitra aktif dalam membantu tim kampus menjalankan amanah hibah dari Ditjen Risbang Kemdiktisaintek. Keterlibatan mahasiswa memperkuat semangat kampus mengabdi.”

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga menjadi pendengar yang baik bagi warga, terutama kelompok rentan yang membutuhkan dukungan emosional. “Banyak warga yang mengaku lebih mudah bercerita dengan mahasiswa, karena pendekatan mereka yang hangat, komunikatif, dan penuh empati,” jelasnya.

Nida, seorang mahasiswi yang terlibat dalam program ini, berbagi pengalamannya. “Terjun langsung ke lokasi membuat kami memahami bahwa ilmu yang dipelajari di kelas ternyata sangat relevan ketika digunakan untuk membantu orang lain,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa “Program ini bukan hanya tentang membantu masyarakat, tetapi juga tentang pembelajaran karakter dan kemanusiaan bagi kami.”

Partisipasi mahasiswa dalam program ini juga memperkuat pendekatan service learning di UM Sumbar. Mereka belajar mengaplikasikan teori keilmuan dalam situasi nyata, bekerja lintas disiplin, serta berkolaborasi dengan dosen, pemerintah daerah, pengurus masjid, pemuda lokal, dan relawan kemanusiaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PKM Tanggap Darurat Bencana yang didukung oleh Kemdiktisaintek dan Ditjen Risbang untuk wilayah Sumatra Barat. UM Sumbar berkomitmen untuk memberikan kontribusi maksimal dalam pemulihan pascabencana, sekaligus mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang peduli terhadap isu kemanusiaan melalui kolaborasi akademik yang komprehensif.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.