Padang – Dua mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat meraih hibah penelitian tesis dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2025. Prestasi tingkat nasional ini diraih setelah keduanya mengajukan riset yang relevan dengan isu pendidikan dan sosial di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.
Aldi Saputra dan Alex Jimmi Nasution, nama kedua mahasiswa berprestasi tersebut.
Aldi mengangkat tema “Reformulasi Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) di Kota Pariaman sebagai Respon Implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia”. Penelitiannya berfokus pada penyusunan model kurikulum yang mengintegrasikan aspek kognitif, spiritual, serta karakter kebangsaan.
“Model ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah Islam lain untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga berkarakter kuat,” ujar Aldi.
Sementara itu, Alex menyoroti masalah degradasi moral remaja dalam tesis berjudul “Dakwah dan Disfungsi Pendidikan Agama Islam: Studi Fenomenologis Kegagalan Internalisasi Nilai-nilai Islam dalam Membentuk Kesalehan Sosial Remaja”.
Alex menilai banyak remaja yang rajin beribadah secara individual, tetapi belum tercermin dalam perilaku sosial sehari-hari.
Penelitian ini diharapkan dapat memetakan titik lemah metode pengajaran PAI dan pendekatan dakwah, serta menawarkan strategi baru untuk memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial generasi muda.
Kedua riset ini dibimbing oleh Prof. Dr. Mahyudin Ritonga, S.Pd.I, M.A, beserta tim dosen lainnya. Target publikasi hasil penelitian diarahkan ke jurnal nasional terakreditasi minimal SINTA 2.
Direktur Pascasarjana UM Sumatera Barat, Prof. Mahyudin, menyebut capaian ini sebagai bukti kualitas akademik mahasiswanya mampu bersaing di level nasional.
“Hibah tesis dan disertasi bagi mahasiswa merupakan hal yang membanggakan. Ini menandakan kemampuan mahasiswa kami mendapat pengakuan dari lembaga riset nasional,” kata Mahyudin.
Pascasarjana UM Sumatera Barat menargetkan peningkatan jumlah penelitian dosen dan mahasiswa yang memperoleh dukungan pendanaan eksternal.
“Kami ingin memperkuat tradisi riset yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.
Prestasi Aldi dan Alex diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus menghasilkan penelitian berkualitas yang relevan dengan tantangan bangsa.












