Padang – Semen Padang FC menghadapi tantangan berat dalam upaya mereka menghindari degradasi setelah kekalahan telak 5-1 dari Madura United. Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut menyoroti masalah mendasar dalam performa tim.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengungkapkan kekecewaannya atas penampilan timnya, yang dinilai jauh di bawah standar yang mereka tunjukkan saat melawan Persija. “Saya pikir performa tim jauh berbeda dari yang kita punya saat melawan Persija,” ujarnya, mengindikasikan adanya penurunan kualitas permainan yang signifikan.
Antonic menyoroti bahwa kesalahan individu yang berulang kali dilakukan oleh para pemain menjadi faktor utama kekalahan tersebut. Menurutnya, Madura United mampu memanfaatkan kesalahan-kesalahan tersebut dengan efektif. “Sementara Madura United lebih kompak dan disiplin. Kesalahan individu membuat gol pertama, gol kedua hingga keempat terjadi,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut tidak dapat diterima, terutama mengingat posisi tim yang sedang berjuang untuk keluar dari zona degradasi. “Saya minta maaf, tapi tim yang sedang berjuang untuk keluar dari zona merah tidak boleh membiarkan kesalahan-kesalahan seperti itu terjadi,” tegasnya.
Meskipun demikian, Antonic menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi dan fokus pada pertandingan berikutnya melawan PSIM Yogyakarta. “Kita tidak ada waktu untuk terlalu meratapi kekalahan ini, memang skornya besar. Kita harus fokus untuk laga selanjutnya, PSIM Yogyakarta menjadi tantangan berikutnya,” katanya.
Senada dengan pelatih, pemain Semen Padang FC, Febrian Tri Yanto, mengakui adanya perbedaan performa timnya dibandingkan saat mengalahkan Persija Jakarta 1-0 pada pekan lalu. “Ini bukanlah hasil yang kami inginkan. Kami sudah mempersiapkan segalanya sebelum pertandingan, namun beberapa pemain tidak bisa tampil, kami kurang beruntung namun kami siap menatap laga selanjutnya menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan depan,” tuturnya.
Dengan hasil ini, Semen Padang FC masih terpuruk di zona degradasi dengan hanya mengumpulkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan 11 kekalahan dari 15 pertandingan. Sementara itu, Madura United naik ke posisi ke-13 dengan 17 poin dari 15 pertandingan pada 29 September.











