Banjarnegara – Longsor yang terjadi di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (16/11/2025) menyebabkan 27 orang hilang. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan dua korban ditemukan meninggal dunia.
Korban meninggal pertama, Lewih (40), menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara. Korban kedua, Esiah (22), ditemukan tertimbun material longsoran di lokasi kejadian pada Senin (17/11/2025) pukul 07.40 WIB.
Selain korban jiwa, 41 orang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah menyelamatkan diri ke hutan saat longsor terjadi.
“Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 30 rumah terdampak, sedangkan pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni Kantor Kecamatan Pandanarum, Gedung Haji Pringamba, dan GOR Desa Beji,” ujar Bergas.
Proses evakuasi melibatkan personel BPBD Banjarnegara, TNI, Polri, sukarelawan, dan unsur SAR lainnya. Rencananya, alat berat akan digunakan pada hari ketiga pencarian.
“Besok pagi mulai operasi SAR oleh Basarnas dan alat berat ringan,” kata Bergas.
Tim evakuasi menghadapi kendala karena lokasi masih rawan longsor susulan.
Akibat kejadian ini, lebih dari 800 warga mengungsi dan posko pengungsian didirikan di halaman Kantor Kecamatan Pandanarum.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 300.2/871/TAHUN 2025.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyatakan keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara.
“Kami sudah melakukan rapat dengan forkopimda untuk menetapkan status tanggap darurat bencana untuk longsor Pandanarum ini. Masa tanggap bencana berlaku selama 14 hari,” tegasnya.












