Liverpool – Mantan pemain sekaligus analis Owen Hargreaves menyoroti performa Liverpool yang kini menelan dua kekalahan beruntun. Menurutnya, pembelian Florian Wirtz senilai £116 juta atau sekitar Rp 2,35 triliun telah mengganggu keseimbangan tim asuhan Arne Slot, yang sebelumnya tampil stabil di Liga Primer Inggris.
Hargreaves menjelaskan bahwa masalah utama Liverpool bukan sekadar kekalahan dari Crystal Palace di Liga Inggris dan Galatasaray di Liga Champions, melainkan strategi Slot dalam menyusun tim. Kehadiran Wirtz memaksa perubahan susunan lini tengah yang musim lalu dianggap terbaik di liga, yakni trio Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, dan Dominik Szoboszlai.
Musim ini, Liverpool sejatinya mengawali dengan tujuh kemenangan beruntun, meskipun sebagian besar gol penentu kemenangan kerap tercipta pada menit-menit akhir. Namun, dua kekalahan berturut-turut tersebut menjadi sinyal darurat serius bagi Slot.
Situasi kian menekan karena kiper utama Alisson harus ditarik keluar akibat cedera saat melawan Galatasaray. Giorgi Mamardashvili diperkirakan akan menjadi starter menggantikan Alisson saat The Reds menghadapi Chelsea akhir pekan ini. Hargreaves menegaskan bahwa Slot harus segera menemukan keseimbangan tim, jika tidak, Liverpool bisa kehilangan kendali di Liga Primer.
Selain Wirtz, Hargreaves juga menyoroti masalah di lini pertahanan. Beberapa pemain bertahan, seperti Ibrahima Konate, dinilai kerap melakukan salah antisipasi sejak awal musim. “Ada penurunan besar secara defensif. Bukan hanya soal Wirtz, tapi juga lini belakang yang lebih rapuh dibanding musim lalu,” ujar Hargreaves.
Arne Slot kini memiliki tugas besar untuk memastikan kehadiran pemain baru tidak merusak harmoni tim yang sudah terbentuk. “Ketika Anda punya banyak bintang, masalahnya bukan kualitas individu, tapi keseimbangan tim,” tegas Hargreaves.
Meski demikian, Liverpool masih memimpin klasemen sementara Liga Primer dengan keunggulan dua poin atas Arsenal. Namun, Hargreaves menilai posisi tersebut tidak sepenuhnya aman. “Liverpool sudah beruntung menang di banyak laga. Jika bukan karena Alisson, mereka bisa kalah telak melawan Palace,” ungkap Hargreaves.
Kehadiran Florian Wirtz di Liverpool, yang semula diharapkan menambah daya ledak, justru menimbulkan dilema taktik bagi Arne Slot. Dengan absennya Alisson, tekanan untuk menjaga kestabilan tim semakin besar. Kini, Liverpool, Arne Slot, dan Florian Wirtz berada di persimpangan: menemukan keseimbangan atau kehilangan momentum di Liga Primer.











