Turf Moor – Mohamed Salah mencetak gol penentu kemenangan tipis Liverpool 1-0 atas Burnley di Turf Moor, namun di balik selebrasi khas sang penyerang Mesir tersebut, tersimpan fakta bahwa performanya pada laga itu jauh dari kata meyakinkan.
Gol yang lahir di menit ke-95 itu menjadi yang kedua bagi Salah musim ini. Sama seperti gol pembuka melawan Bournemouth di pekan pertama, penyelesaian akhir tersebut datang setelah penampilan yang lebih banyak diwarnai kesalahan. Sepanjang lebih dari 90 menit pertandingan, Salah hanya sedikit terlibat di area berbahaya.
Statistik menunjukkan, Salah kalah dalam lima dari enam duel individualnya dan menjadi pemain dengan kehilangan bola terbanyak di lapangan. Ia bahkan sempat melepaskan umpan silang yang langsung mengarah ke kiper lawan tanpa ada rekannya yang menyambut.
Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, yang bertugas sebagai komentator, tidak sungkan menyoroti penampilan Salah. Ia menilai sang bintang belum mendekati standar terbaiknya. “Dia benar-benar buruk lagi. Dia belum benar-benar mencapai performa terbaiknya seperti musim lalu sejauh ini. Musim ini memang selalu sulit. Tapi dia tidak melihat persaingan saat ini,” ujar Carragher.
Kritik serupa juga mengarah pada Florian Wirtz. Gelandang Jerman yang ditebus mahal dari Bayer Leverkusen itu belum mencatatkan gol maupun assist di Liga Inggris. Wirtz selalu ditarik keluar dalam empat pertandingan pertama, termasuk saat tim masih mencari gol penentu kemenangan melawan Bournemouth dan Burnley.
Statistiknya pun tak membantu, akurasi umpan terendah di antara pemain Liverpool di Turf Moor, serta kalah dalam 70 persen duel. Selain itu, meski menciptakan empat peluang, angka expected goals (xG) yang dihasilkan hanya 0,24 – mengindikasikan peluang yang lahir tidak terlalu berbahaya.
Meski demikian, manajer Liverpool, Arne Slot, enggan panik. Baginya, kemenangan tetaplah kemenangan, dan ia percaya timnya akan terus berkembang. “Itu hal yang wajar bagi banyak pemain baru. Kami akan terus berkembang, semakin baik, dan kami masih punya 12 poin,” kata Slot.
Pandangan lebih optimistis datang dari mantan kapten Manchester United, Roy Keane. Menurutnya, kemenangan Liverpool di Turf Moor hanyalah refleksi dari kualitas skuad. “Mereka terus melaju. Mereka punya pemain-pemain berkualitas dan punya hasrat untuk memenangkan pertandingan sepak bola. Mereka punya pilihan-pilihan bagus di bangku cadangan, seperti yang kita lihat dari beberapa pertandingan mereka,” ujar Keane.
Ia menambahkan, meski Liverpool kurang tajam dalam penyelesaian akhir, insting juara tetap terlihat. “Burnley menunjukkan banyak keberanian tetapi Liverpool pantas menang melihat cara mereka mendominasi. Umpan terakhir mereka hari ini sangat tidak pas, tapi kita duduk di sana berpikir mereka akan mendapat satu peluang lagi. Tim papan atas memang harus terus berjuang sampai akhir – dan mereka melakukannya,” pungkasnya.
Ke depan, tantangan Liverpool tidak akan semakin ringan. Dalam delapan minggu mendatang, pasukan Slot akan menghadapi rangkaian laga berat melawan Atletico Madrid, Manchester United, Chelsea, Real Madrid, Manchester City, serta derby Merseyside kontra Everton. Jadwal padat ini bisa menjadi ujian krusial bagi Slot dan anak asuhnya.
Meski Alexander Isak baru saja kembali setelah tertinggal dalam persiapan pramusim, ekspektasi tinggi tetap menanti striker anyar itu untuk segera menunjukkan kualitasnya. Liverpool mungkin belum tampil meyakinkan, tetapi kemenangan tipis di Turf Moor menjadi pengingat bahwa tim ini masih bisa memetik hasil maksimal meski performa belum stabil. Jika prediksi Slot benar, ancaman sesungguhnya justru baru akan terlihat di pekan-pekan berikutnya.












