Jakarta – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-4 di Asrama Haji Jakarta, 25-28 September. Ribuan pengurus BKMT dari seluruh Indonesia hadir dalam acara yang dibuka Jumat (26/9).
Rakernas ini menjadi wadah silaturahmi dan konsolidasi untuk memperkuat peran majelis taklim dalam membina umat.
BKMT mengusung tema “Memberdayakan Umat Membangun Negeri” untuk melahirkan gagasan dan program pemberdayaan masyarakat.
Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia, menyatakan tema ini mencerminkan semangat BKMT dalam pembangunan bangsa melalui penguatan majelis taklim.
Syifa Fauzia juga menyampaikan rasa syukur atas inisiatif pendiri BKMT, Tuty Alawiyah, yang kini menjadi majelis taklim terbesar di Indonesia dengan jutaan anggota.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, turut hadir dan menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan organisasi keagamaan dalam pembangunan desa.
Yandri Susanto menyebut majelis taklim sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat desa, bukan hanya pusat pembelajaran agama.
Ketua BKMT Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni, menilai Rakernas penting untuk memperkuat koordinasi dan memperluas kontribusi di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Lisda Hendrajoni menegaskan BKMT harus menjadi garda terdepan dalam membina umat, khususnya kaum ibu, sebagai pilar keluarga.
Ia juga menyoroti relevansi tema Rakernas dengan kebutuhan umat saat ini, yaitu menyiapkan generasi yang kuat, berakhlak, dan mandiri.












