Mentawai – Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti urgensi peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Hal ini disampaikan seiring dengan desakan percepatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam pertemuan dengan sejumlah guru madrasah dan perwakilan Kementerian Agama, anggota DPR RI tersebut mendengarkan secara langsung berbagai keluhan terkait keterlambatan pencairan tunjangan profesi. Kondisi ini, menurut para guru, berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi keluarga mereka, terutama dalam menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran.
“Guru madrasah memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi bangsa,” ujarnya, menekankan bahwa peran guru madrasah tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter melalui penanaman nilai-nilai moral dan keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa TPG menjadi tumpuan utama bagi banyak guru madrasah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan rumah tangga meningkat tajam, sehingga kepastian pencairan tunjangan menjadi krusial. “Kami berharap Kementerian Agama dapat mempercepat seluruh proses administrasi sehingga pencairan tunjangan profesi guru madrasah bisa diselesaikan sebelum Lebaran tahun ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih kuat antara Kementerian Agama, kantor wilayah, dan pemerintah daerah. Koordinasi yang efektif, menurutnya, akan memperlancar proses verifikasi data dan pencairan dana, sehingga meminimalkan potensi hambatan. DPR RI, ditegaskannya, akan terus mengawal isu ini untuk memastikan hak-hak guru madrasah terpenuhi.
“Kami di DPR RI tentu akan terus melakukan pengawasan. Jangan sampai para guru madrasah yang telah mengabdikan diri justru mengalami ketidakpastian dalam menerima haknya,” tambahnya, menegaskan komitmennya untuk memastikan kesejahteraan para pendidik.










