Bukittinggi – Sumatera Barat menawarkan alternatif liburan Lebaran yang unik dengan mendorong pengembangan desa wisata berbasis komunitas. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pengalaman liburan yang lebih tenang dan bermakna bagi wisatawan.
Pada hari Selasa (16/4), Tim Pemberdayaan dan Pengembangan Desa Wisata Provinsi Sumatera Barat, Moch Abdi, menyoroti potensi besar desa wisata di wilayah tersebut. “Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Jadesta dan Sisparnas 2024–2026, jumlah desa wisata di Sumatera Barat berkisar antara 561 hingga 580 lokasi,” ungkapnya, menegaskan posisi Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah desa wisata terbanyak di Indonesia.
Keindahan alam Sumatera Barat, yang meliputi perbukitan hijau dan garis pantai yang memukau, dipadukan dengan kekayaan budaya dan tradisi yang masih lestari, menjadi daya tarik utama. Ratusan desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota menawarkan pengalaman autentik bagi para pengunjung.
Program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang digulirkan oleh Kemenparekraf sejak 2021 hingga 2025, terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai strategi untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Desa wisata di Sumatera Barat menawarkan beragam aktivitas, mulai dari menikmati panorama alam yang indah, menyaksikan pertunjukan seni dan tradisi lokal, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat yang dikenal ramah.
Wisatawan juga dapat menikmati produk ekonomi kreatif seperti kerajinan tangan, cenderamata khas, dan kuliner Minangkabau yang kaya akan rempah dan cita rasa.
Pengalaman menginap di homestay menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung dapat merasakan sensasi tinggal di rumah gadang atau hunian tradisional lainnya, serta mencoba konsep camping dan glamping yang semakin populer di berbagai lokasi.
Fasilitas pendukung seperti tempat ibadah, sanitasi, dan kebersihan lingkungan terus ditingkatkan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Pengelolaan desa wisata umumnya dilakukan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan pendampingan dari pemerintah. Hal ini menciptakan suasana pelayanan yang lebih hangat, personal, dan berkesan bagi para pengunjung.











