Surabaya – Bek asal Brasil, Leo Lelis, memantik semangat Bonek menjelang duel sengit antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025, di Stadion Gelora Bung Tomo. Lelis menyerukan agar seluruh Bonek dan Bonita hadir langsung ke stadion untuk memberikan dukungan penuh bagi tim kebanggaan Kota Pahlawan.
“Halo Bonek dan Bonita, datang untuk mendukung kami melawan Persija di 18 Oktober. Ayo kita bikin hijaukan! Salam Satu Nyali, Wani!” seru Leo dengan penuh antusias di sela latihan tim. Seruan ini menjadi ajakan agar dukungan dari tribun dapat menjadi energi tambahan bagi Green Force untuk tampil maksimal.
Pertandingan melawan Persija dipastikan akan menjadi duel panas dua tim besar yang sarat gengsi di Super League. Atmosfer laga diyakini akan memanas mengingat rivalitas panjang antara Persebaya Surabaya dan Persija yang selalu menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Persebaya Surabaya saat ini tengah memanfaatkan jeda kompetisi Super League 2025/2026 untuk memperkuat kesiapan tim. Waktu yang cukup panjang digunakan skuad Green Force untuk memperbaiki berbagai aspek permainan, baik fisik maupun taktik.
Pelatih Eduardo Perez menegaskan timnya menjalani persiapan dengan intensitas tinggi demi tampil optimal di laga nanti. Ia menilai Persija bukan lawan mudah karena memiliki materi pemain berkualitas dan dilatih sosok berpengalaman.
“Kami akan menyuguhkan sebuah pertandingan yang sangat menarik di depan para pendukung kami,” kata pelatih asal Spanyol itu. “Oleh karena itu, kami berharap dapat memberikan penampilan yang hebat dan menunjukkan kemampuan terbaik kami.”
Eduardo menyebutkan setiap pekan persiapan memiliki konsep berbeda untuk menjaga fokus tim tetap terarah. Ia membagi masa latihan menjadi tiga tahap yang masing-masing menekankan aspek berbeda, mulai dari pemulihan, peningkatan kondisi fisik, hingga latihan taktikal intensif.
“Bayangkan kita memiliki banyak minggu untuk mempersiapkan pertandingan. Setiap minggu memiliki konsep yang berbeda. Kita membagi persiapan menjadi tiga tahap,” ujar Eduardo menjelaskan.
Ia memastikan seluruh pemain dalam kondisi bugar dan siap tampil melawan Persija. “Tentu saja, kita fokus pada pertandingan berikutnya. Kita akan mempersiapkan diri, seperti biasa, dengan cara terbaik. Semua pemain yang Anda lihat tersedia. (Kondisi) para pemain ini sangat bagus,” imbuhnya dengan penuh optimisme.
Hal ini menegaskan Persebaya Surabaya dalam situasi ideal jelang bentrok penting di kandang sendiri. Eduardo juga menyoroti pentingnya menjaga ritme permainan agar performa tim tetap stabil. Ia ingin Bruno Moreira dan kawan-kawan mempertahankan momentum positif setelah hasil imbang 1-1 melawan Dewa United Banten FC di pekan ke-7.
Hasil tersebut menjadi modal penting untuk menatap laga besar dengan keyakinan tinggi. Persebaya Surabaya kini berada di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 10 poin dari enam pertandingan.
Bagi Eduardo, dukungan publik Surabaya akan menjadi faktor krusial yang membedakan hasil pertandingan nanti. Ia tahu betul bagaimana atmosfer Gelora Bung Tomo bisa membakar semangat para pemain ketika Bonek memenuhi tribun dengan nyanyian dan koreografi khas mereka.
Karena itu, ajakan Leo Lelis menjadi simbol kekompakan antara tim dan suporter. Bek jangkung itu tak hanya memotivasi rekan-rekannya di lapangan, tetapi juga mengingatkan pentingnya dukungan penuh dari Bonek sebagai kekuatan ke-12 Persebaya Surabaya.
Kehadiran ribuan Bonek di stadion selalu memberi tekanan besar bagi lawan. Gemuruh dukungan mereka sering kali menjadi bahan bakar yang membuat pemain Persebaya Surabaya tampil lebih militan dan tak kenal menyerah.
Spirit “Satu Nyali Wani” yang diusung suporter menjadi cerminan karakter tim yang pantang mundur di lapangan. Itulah yang diharapkan Leo Lelis bisa kembali terlihat saat menjamu Persija, laga yang selalu menuntut semangat lebih.
Persebaya Surabaya tidak ingin kehilangan momentum untuk terus memperbaiki posisi di klasemen. Tiga poin di kandang akan menjadi target utama demi menjaga konsistensi dan mempertahankan tren positif yang sudah mulai terbentuk.
Dengan kondisi fisik pemain yang prima dan dukungan suporter yang masif, Persebaya Surabaya optimistis bisa memberikan pertandingan terbaik. Tim pelatih menyiapkan strategi matang agar Green Force mampu mengendalikan permainan dan menekan Persija sejak awal.
Laga ini bukan sekadar pertemuan dua klub besar, tetapi juga pertaruhan harga diri dan kebanggaan dua kota dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Bagi Bonek, kemenangan atas Persija bukan hanya tentang poin, melainkan tentang pembuktian.
Seruan Leo Lelis menjadi pengingat perjuangan di lapangan tidak pernah berdiri sendiri. Dukungan dari tribun, sorak, dan nyanyian dari ribuan Bonek akan menjadi nyawa tambahan yang membuat Persebaya Surabaya tampil penuh keberanian.
Saat peluit kick-off berbunyi, semua mata akan tertuju pada Stadion Gelora Bung Tomo yang hijau oleh lautan suporter. Di sanalah tekad, semangat, dan kebanggaan bersatu untuk satu tujuan: kemenangan bagi Persebaya Surabaya.












