Jakarta – Harapan agar Shin Tae-yong kembali melatih Timnas Indonesia menguat menyusul pemecatan Patrick Kluivert oleh PSSI. PSSI memberhentikan Kluivert setelah kegagalan Timnas Garuda lolos ke Piala Dunia 2026. Sejumlah legenda sepak bola nasional mendukung kembalinya Shin Tae-yong, namun pertanyaan besar muncul mengenai kesediaan pelatih asal Korea Selatan itu untuk direkrut kembali.
Desakan publik ini muncul setelah PSSI sebelumnya memecat Shin Tae-yong pada awal 2025. Kondisi ini memunculkan perdebatan tentang kemungkinan sang pelatih kembali ke kursi kepelatihan Timnas.
Legenda Timnas, Nur Alim, menyatakan keraguannya. Menurutnya, persoalan harga diri bisa menjadi penghalang bagi Shin Tae-yong. “Kalau pelatih yang sudah dipecat, apakah ada kemungkinan pelatih itu mau? Ini soal harga diri,” ujar Nur Alim.
Ia menambahkan, jika Shin Tae-yong dalam kondisi tidak terikat kontrak, mungkin ada pertimbangan ulang. Nur Alim juga menyoroti pemecatan Shin Tae-yong sebelumnya oleh Ulsan HD, yang menuntut adanya introspeksi diri.
“Sebenarnya sih tidak masalah (Shin Tae-yong latih Timnas lagi), itu tergantung dari pihak Exco PSSI. Apakah mereka mau memanggil Shin Tae-yong lagi atau tidak?” tutupnya.
Di sisi lain, mantan striker Timnas, Peri Sandria, melihat potensi positif kembalinya Shin Tae-yong. Ia menilai Shin Tae-yong sudah sangat memahami karakter pemain Indonesia sebagai pelatih dari Asia.
“Dia tahu karakter tim karena dia pelatih dari Asia. Dibandingkan pelatih seperti Patrick Kluivert, dia tidak tahu,” kata Peri Sandria. Shin Tae-yong, lanjutnya, telah melatih Timnas selama kurang lebih lima tahun sehingga paham betul karakter pemain lokal.
Kendati demikian, Peri Sandria juga menyerahkan keputusan akhir kepada Shin Tae-yong. “Dan kita kembali lagi ke beliau, mau apa tidak kan begitu untuk di-hire lagi?” tanyanya.
Sementara itu, striker legendaris Timnas Zaenal Arief lebih menyoroti pentingnya pelatih yang memahami kultur sepak bola Indonesia. Ia menekankan kemampuan pelatih menjaga kondusivitas ruang ganti pemain.
“Siapa pun pelatihnya nanti, yang jelas bagi saya, demi kemajuan sepak bola Indonesia, kenapa tidak?” terang Zaenal Arief. Baginya, pelatih harus mampu memberikan kenyamanan bagi pemain saat latihan maupun bertanding.












