Jakarta – Fokus pemerintah dan kepolisian masih tertuju pada pemulihan korban dan penyelidikan insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, sehari setelah peristiwa mengerikan pada Jumat, 7 November 2025. Total korban ledakan kini mencapai 96 orang, dengan puluhan di antaranya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kejadian yang diduga dirancang oleh seorang pelajar sekolah tersebut menyebabkan salah satu korban berada dalam kondisi kritis, sementara beberapa lainnya mengalami pecah gendang telinga. Terduga pelaku, yang juga terluka parah dan dirawat di rumah sakit, dilaporkan telah sadar pascaoperasi kepala.
Ledakan terjadi di area masjid SMAN 72 Jakarta ketika siswa, guru, dan sejumlah warga di sekitar sekolah tengah melaksanakan salat Jumat. Saksi mata mendengar dua ledakan dan melihat kaleng minuman yang telah dimodifikasi dengan sumbu serta sebuah remot kecil. Ledakan kedua terjadi beberapa menit kemudian dari area belakang kantin sekolah.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri masih mendalami motif di balik tindakan nekat ini. “Kami mendalami motif bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan kemudian melaksanakan aksinya, semuanya akan kita jelaskan setelah semua informasi-informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan, dan penyidikan lebih lanjut lengkap,” ujar Listyo di Istana Merdeka, Jakarta.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budhi Hermanto mengonfirmasi data per Sabtu, 8 November 2025, menunjukkan jumlah korban ledakan mencapai 96 orang. Dari jumlah itu, 29 orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit, tersebar di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih (14 orang), RS Yasir (14 orang), dan RS Pertamina (satu orang).
Direktur Medis Rumah Sakit Yarsi Muhammadi menyatakan, beberapa korban ledakan di SMAN 72 Jakarta mengalami pecah gendang telinga. Kondisi ini kemungkinan terjadi akibat suara keras secara tiba-tiba dan akan menjalani evaluasi medis lebih lanjut. Ia menambahkan, pendengaran pasien yang menjalani prosedur perbaikan gendang telinga biasanya bisa kembali normal.
Salah satu dari korban yang dirawat di rumah sakit dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif. Pasien ini sebelumnya menjalani operasi darurat karena mengalami luka berat pada saluran cerna dan luka bakar yang cukup luas. Kemungkinan operasi lanjutan akan dilakukan.
Budhi Hermanto juga menyampaikan kondisi terduga pelaku telah sadar pascaoperasi di bagian kepala, meskipun pemulihan fisiknya masih berat. Terduga pelaku peledakan saat ini masih berada di ruang Intensive Care Unit (ICU), namun Budhi tidak merinci nama rumah sakit tempat terduga dirawat.
Polisi juga telah menggeledah rumah terduga pelaku dan menemukan kesesuaian barang bukti dengan tempat kejadian perkara (TKP). Ditemukan beberapa alat bukti, termasuk serbuk yang juga disita di TKP di sekolah tersebut. Detail temuan ini nantinya akan disampaikan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, dan Kapolda akan merilis pernyataan lengkap dalam waktu dekat.











