Oleh Hendri Nova
Wartawan Topsatu.com

“Waduh… Saya benar-benar kapok bermain saham. Sedang asyik-asyiknya berinvestasi, tiba-tiba saham bersangkutan kena suspend. Lalu setelah ditunggu beberapa pekan baru dibuka lagi, harga sudah anjlok, sehingga saya rugi banyak,” keluh Budi, saat bertemu di sebuah cafe dengan teman-teman bisnisnya.

“Wah senasib kita Bro… Aku kena di mata uang krypto. Kasusnya rada-rada sama, tapi bukan kena suspend, lebih tepatnya harga kryptonya jatuh ke titik terendah hanya dalam satu malam, kemudian tak bangkit lagi. Terakhir kena delisting oleh platform krypto-nya, lenyap deh uang saya,” timpal Iwan, salah seorang teman Budi.

“Makanya Bro… Jika nggak kuat mental investasi di saham dan krypto, mending kalian cari aman seperti yang sudah saya ambil. Saya invesnya di aset yang terkenal dengan sebutan safe haven, alias emas di platform Pegadaian yang sudah berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Andi, teman Budi lainnya.

“Iya sih… Kalau mau cari aman lebih baik pada emas sebagai aset safe haven. Tapi ya itu tadi, saya tergiur dengan laba besar dalam waktu singkat, lalu salah investasi… ya… rugi jadinya,” jawab Budi lagi.
***
Apa yang dialami Budi dan Iwan, juga banyak dialami nasabah saham dan uang krypto lainnya. Terutama mereka yang investasi dengan modal pengetahuan apa adanya, maka mereka akan menjadi sasaran empuk pasar saham dan pasar krypto yang lumayan kejam.

Seharusnya, jika memang tak siap mengambil risiko, maka aset safe haven yakni emas, merupakan pilihan investasi yang aman dan belum ada catatannya bisa membuat pemiliknya menderita kerugian. Sayangnya, informasi seperti ini tidak diketahui secara umum di tengah-tengah generasi muda, seperti Gen-Z yang kadang lebih percaya dari iming-iming cepat kaya dari para influencer yang mereka ikuti.

Tentu lain ceritanya, jika mereka kaya akan literasi keuangan, terutama produk investasi yang minim risiko dan menjanjikan keuntungan yang jelas di masa datang. Mereka tentunya akan menaguk keuntungan di masa datang, tanpa dibayang-bayangi aset mereka bakal turun nilainya satu saat nanti.

Nah… Untuk itulah PT.Pegadaian hadir dengan produk andalannya Tabungan Emas yang tentunya dapat mengEMASkan Indonesia. Pegadaian terus bertransformasi, dari semula sebagai tempat menggadaikan emas dan lainnya, berubah menjadi tempat menabung emas secara fisik maupun secara digital.

Pegadaian seperti dikutip dari website resminya, memiliki berbagai layanan digital yang telah eksis untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi, baik untuk gadai, investasi emas, maupun layanan keuangan lainnya. Transformasi digital ini dilakukan melalui aplikasi Pegadaian Digital dan platform web, yang memungkinkan nasabah mengakses layanan, tanpa harus datang ke kantor cabang.

Layanan digital Pegadaian yang sudah ada, antaranya Aplikasi Pegadaian Digital. Aplikasi ini merupakan inti dari layanan digital Pegadaian dan telah tersedia di Google Play Store dan App Store. Melalui aplikasi ini, nasabah bisa melakukan beragam transaksi keuangan, antaranya gadai online. Nasabah dapat mengajukan gadai barang (misalnya, emas) secara daring dan mendapatkan pencairan dana dengan cepat.

Berikutnya Tabungan Emas. Layanan ini memungkinkan nasabah untuk membeli, menjual, dan menabung emas digital dengan mudah. Transaksi dapat dilakukan secara online dengan aman, karena diawasi oleh OJK.

Selanjutnya, pembayaran dan Top-Up. Aplikasi ini juga memfasilitasi berbagai pembayaran, seperti tagihan listrik, air, dan telekomunikasi. Nasabah juga bisa melakukan top-up pulsa, paket data, dan saldo e-wallet.

Tak kalah menarik, fitur Minta Tambah (MT). Nasabah yang sudah memiliki pinjaman, dapat mengajukan tambahan pinjaman melalui aplikasi secara praktis.

Selanjutnya, Pengecekan dan Perpanjangan Gadai. Nasabah bisa memantau status gadai mereka, melihat jatuh tempo, dan melakukan perpanjangan tanpa perlu ke cabang. Tak kalah menarik yakni Pembukaan Rekening. Proses pembukaan rekening Tabungan Emas dapat dilakukan sepenuhnya secara digital.

Pegadaian juga sudah memiliki Pegadaian Digital Syariah. Selain layanan konvensional, Pegadaian juga memiliki layanan digital khusus untuk produk-produk syariah. Aplikasi Pegadaian Syariah Digital tersedia untuk nasabah yang ingin bertransaksi sesuai prinsip syariah.

Selanjutnya, Platform Web Digital. Selain aplikasi, layanan digital juga tersedia melalui situs web resmi Pegadaian. Situs ini memberikan informasi lengkap tentang produk-produk digital dan menjadi alternatif bagi nasabah yang tidak ingin menggunakan aplikasi.

Pegadaian juga telah menjalin kemitraan dengan beberapa Platform E-commerce dan fintech, untuk memperluas jangkauan layanan digitalnya. Kemitraan ini memungkinkan nasabah untuk mengakses produk Pegadaian melalui aplikasi lain, menambah opsi kemudahan bertransaksi.

Inovasi dan Transformasi

Dari layanan yang sudah ada, Pegadaian hendaknya terus berbenah diri dengan melakukan inovasi dan bertransformasi. Dua hal ini bak dua sisi mata uang yang menjadi kunci kesuksesan bagi perusahaan yang tak bisa dipisahkan begitu saja.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang dapat disempurnakan pada aplikasi digital Pegadaian agar tetap relevan dan unggul di masa depan, antaranya, pengembangan fitur dan pengalaman pengguna (UX).

Adakan antarmuka pengguna (UI) yang lebih intuitif. Menyediakan desain aplikasi yang lebih modern, mudah digunakan, dan intuitif agar dapat menarik pengguna dari berbagai kalangan, termasuk anak muda.

Notifikasi cerdas yang dipersonalisasi. Hal ini Memberikan notifikasi yang lebih relevan dan tidak mengganggu, seperti pengingat pembayaran cicilan yang mendekati jatuh tempo atau informasi harga emas terbaru yang sesuai dengan minat nasabah.

Selanjutnya, proses gadai dan pinjaman yang lebih mulus, dengan cara menyederhanakan alur pengajuan gadai dan pinjaman secara online. Termasuk meminimalkan jumlah langkah dan dokumen yang dibutuhkan.

Berikutnya, peningkatan kualitas sistem dan keamanan. Stabilitas dan performa sistem, dapat mengatasi masalah teknis seperti bug atau error yang masih sering terjadi, serta memastikan pembaruan sistem tidak mengganggu transaksi pada jam-jam sibuk.

Berikutnya, keamanan data yang lebih canggih. Meningkatkan keamanan data nasabah, dengan teknologi enkripsi terbaru dan autentikasi dua faktor untuk mencegah kebocoran informasi.

Selanjutnya, integrasi layanan dan ekosistem digital, bisa dilakukan dengan integrasi dengan platform e-commerce dan fintech, memperluas kerja sama dengan platform pihak ketiga, agar nasabah dapat melakukan transaksi Pegadaian, seperti beli-jual emas atau pembayaran cicilan, melalui aplikasi lain yang sering mereka gunakan.

Berikutnya, adakan layanan omnichannel yang seamless. Hal ini memastikan pengalaman nasabah tetap konsisten, baik saat bertransaksi di aplikasi, situs web, atau cabang fisik. Nasabah harus dapat memulai proses di satu saluran dan menyelesaikannya di saluran lain dengan lancar.

Tidak kalah penting, pendidikan dan literasi digital. Edukasi interaktif dalam aplikasi, dapat menyediakan fitur edukasi interaktif, seperti tutorial video atau e-book singkat, untuk membantu nasabah memahami produk dan layanan digital Pegadaian, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan teknologi.

Materi edukasi tentang investasi emas, dapat mengintegrasikan informasi dan edukasi tentang investasi emas, agar nasabah lebih termotivasi untuk menggunakan fitur Tabungan Emas.

Seterusnya, layanan nasabah berbasis digital, bisa dilakukan dengan layanan pelanggan digital 24/7, menyediakan layanan pelanggan yang lebih cepat dan efisien melalui chatbot, WhatsApp, atau media sosial, yang dapat merespons pertanyaan dan keluhan nasabah setiap saat.

Berikutnya, inovasi produk dan layanan baru. Siapkan produk investasi yang beragam, fitur perencanaan keuangan, dimana dapat mengintegrasikan fitur perencanaan keuangan di dalam aplikasi, seperti kalkulator investasi atau alat pelacak pengeluaran, untuk membantu nasabah mengelola keuangan mereka secara lebih baik.

Selanjutnya, program loyalitas yang dipersonalisasi, mampu mengembangkan program loyalitas yang memberikan penghargaan lebih personal berdasarkan riwayat transaksi nasabah.

Dengan menyempurnakan aspek-aspek ini, aplikasi digital Pegadaian dapat semakin relevan di masa depan, menjangkau pasar yang lebih luas, dan terus meningkatkan kepuasan nasabah di tengah persaingan industri keuangan yang makin ketat.

Pegadaian harus lebih sering roadshow ke sekolah-sekolah, memberikan pendaftaran gratis kepemilikan tabungan emas mulai dari siswa TK sampai Perguruan Tinggi (PT). Jika pihak perbankan mengeluarkan Simpel (Simpanan Pelajar), maka Pegadaian juga bisa membuat Simpel khusus produk emas.

Jika calon nasabahnya sudah memiliki ponsel cerdas, pastikan mereka mau mengunduh aplikasi Pegadaian, dengan imbalan hadiah emas karena sudah membuka tabungan emas. Selanjutnya mereka bisa menyicil tabungan emas kapanpun mereka mau, baik dengan cara dibayar pakai e-wallet, transfer, maupun scan QRIS.

Semakin banyak kemudahan yang ditawarkan Pegadaian bagi calon nasabahnya, maka makin banyaklah investor emas bagi Pegadaian. Dengan demikian aset safe haven ini, akan semakin mentereng pamornya di masa datang. (*)

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.