Padang Pariaman – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kembali menjadi sorotan setelah Kepolisian Resor (Polres) Padang Pariaman berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar. Empat pemuda yang diduga kuat berperan sebagai kurir narkoba berhasil diamankan dalam operasi gabungan yang melibatkan berbagai instansi.
Polres Padang Pariaman mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerjasama yang solid antara berbagai pihak. “Dari hasil kerja sama ini, kami berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 7.964 gram atau hampir 8 kilogram, yang dibawa oleh empat orang tersangka,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (10/2/2026).
Modus yang digunakan oleh para tersangka terbilang rapi, dengan menyembunyikan sabu di dalam koper yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Narkotika tersebut ditata dengan cermat dan ditutupi dengan pakaian, dengan harapan dapat mengecoh petugas keamanan bandara. Dijelaskan bahwa satu koper pertama yang diamankan berisi 12 paket, sehingga total terdapat 48 paket sabu yang tersusun rapi di dalam empat koper.
Sebelum penangkapan dilakukan, petugas terlebih dahulu mengamankan satu orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Kemudian, petugas bergerak cepat untuk menangkap tiga orang lainnya sebelum mereka sempat menaiki pesawat. Keempat tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.
Identitas keempat tersangka telah teridentifikasi, yaitu MYL, AS, KBS, dan RA. Keempatnya merupakan pemuda dengan rentang usia antara 20 hingga 30 tahun. “Rata-rata masih usia muda. Mereka ini kami duga hanya sebagai kurir, dan saat ini masih terus kami dalami jaringan di atasnya,” imbuhnya, mengindikasikan bahwa penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.
Dengan adanya kasus ini, Polres Padang Pariaman menegaskan bahwa BIM masih menjadi titik rawan dalam peredaran narkoba lintas wilayah. Pihaknya juga menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi peringatan serius tentang ancaman narkoba di Sumatera Barat, terutama terhadap generasi muda yang rentan menjadi target dan dimanfaatkan sebagai kurir.










