Parikmalintang – Festival Manyerak Anak Daro meriahkan Nagari Kuranji Hulu, Padang Pariaman, dengan tujuan melestarikan adat Minangkabau. Masyarakat antusias menyaksikan tradisi penyerahan pengantin wanita kepada keluarga mempelai pria.
Delapan korong berpartisipasi dalam festival ini, menampilkan beragam seni tradisi. Inyiak reno, tari pasambahan, tari galombang, tari piring, atraksi menyemburkan api, dan tarian milenial turut memeriahkan acara.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengapresiasi penyelenggaraan festival ini. Mereka menilai festival ini penting untuk menjaga warisan budaya Minangkabau.
“Festival Menyerak Anak Daro merupakan langkah penting dalam menjaga citra, warisan, dan karakter masyarakat Minangkabau,” ujar Kepala BPKD Padang Pariaman, M. Fadhly, mewakili Bupati.
Ketua TP-PKK Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menekankan pentingnya festival sebagai sarana penanaman nilai budaya. “Kegiatan Manyerak Anak Daro menggambarkan proses kedewasaan, sopan santun, serta peran penting perempuan dalam adat Minangkabau,” katanya.
Walinagari Kuranji Hulu, Salaman Hardani, mengatakan tradisi manyerak anak daro mulai ditinggalkan. Pihaknya berencana menjadikan festival ini agenda tahunan setiap 11 November.










