Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya menekan angka stunting melalui penguatan strategi penanganan. Fokus utama adalah pencegahan sejak dini.
Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza, menyatakan penanganan stunting merupakan program kolaboratif. Pemko Padang menargetkan remaja hingga calon pengantin.
Edukasi menyasar pelajar melalui Dinas Pendidikan. Pembinaan calon pengantin dilakukan oleh DP3AP2KB. Dinas Kesehatan melakukan intervensi pada bayi dan balita melalui puskesmas.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyoroti tren penurunan angka stunting yang belum signifikan. Bahkan, tahun 2024 menunjukkan kenaikan dibandingkan 2023.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena dampak stunting bersifat jangka panjang,” tegas Mahyeldi.
Sumatera Barat akan mengambil langkah strategis melalui intervensi spesifik dan sensitif. Kerja sama multisektor menjadi kunci.
Pemko Padang akan belajar dari daerah lain yang lebih berhasil menekan angka stunting. Penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian integral dari upaya ini.











