Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan Sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pengumuman penetapan tersangka ini disampaikan dalam konferensi pers, Jumat (22/8/2025).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan adanya penggelembungan biaya sertifikasi K3 dari tarif resmi Rp 275 ribu menjadi Rp 6 juta.
“Buruh yang seharusnya hanya membayar Rp 275 ribu, faktanya dipaksa mengeluarkan hingga Rp 6 juta,” ujarnya.
Selain Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, KPK juga menetapkan 10 orang lainnya sebagai tersangka.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu, 20 Agustus 2025. KPK menjaring 14 orang yang terdiri dari pegawai Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.
Dalam operasi tersebut, KPK menyita 15 mobil, 7 motor (salah satunya milik Noel), serta uang tunai Rp 170 juta dan US$ 2.201.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan keprihatinannya atas kasus yang menjerat anak buahnya.
Dia menyoroti persoalan K3 masih menjadi tantangan besar, mengingat angka kecelakaan kerja di Indonesia terus meningkat.
Data dari satudata.kemnaker.go.id menunjukkan jumlah kecelakaan kerja tercatat sebanyak 298.137 kasus pada 2022.
Angka ini melonjak menjadi 370.747 kasus pada 2023 dan hingga Oktober 2024 mencapai 356.383 kasus. Data ini belum mencakup sektor informal dan perusahaan yang belum terdaftar.
“Kalau semua kecelakaan tercatat, jumlahnya bisa jauh lebih besar. Ini jadi cermin bahwa budaya kerja yang peduli keselamatan belum tertanam kuat,” kata Yassierli.
Beberapa kasus kecelakaan kerja yang menjadi sorotan publik terjadi di industri smelter nikel. Pada 16 Februari 2025, seorang pekerja PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel, Marjan, tewas akibat tertimpa material seberat 150 kilogram di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) mencatat sedikitnya tiga kecelakaan terjadi di Morowali pada Februari 2025, termasuk seorang pekerja yang kehilangan tiga jari akibat alat kerja yang sudah usang.
Laporan Sembada Bersama Indonesia mencatat ada 104 kecelakaan kerja di sektor pengolahan nikel sepanjang 2019–2025.
Data dari Rasamala Hijau Indonesia juga menunjukkan 32 pekerja tewas di smelter dan tambang sepanjang 2024.
Sertifikasi K3 diperlukan agar pekerja dan perusahaan memiliki kompetensi dalam menerapkan standar keselamatan kerja.
Penerapan K3 bertujuan mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, menciptakan lingkungan kerja yang aman, meningkatkan produktivitas, serta memenuhi kewajiban hukum.












