Padang – Rapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam di sebuah hotel di Kota Padang menuai sorotan tajam di tengah upaya penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 19 Desember, memicu perdebatan mengenai prioritas dan sensitivitas terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
Marga Indra Putra, anggota DPRD Agam, membenarkan adanya agenda rapat tersebut. “Benar ada dua agenda rapat di Padang hari ini, yaitu rapat Pansus Perizinan dan rapat Bamus, lima hari,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak dapat menghadiri rapat karena fokus pada penanganan pasca bencana dan urusan keluarga. “Saya tidak ikut rapat itu, saya di Lubuk Basung. Saya masih fokus kegiatan di lapangan pasca bencana dan ada pula hajatan keluarga,” jelasnya.
Bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan signifikan di Agam, terutama di Palembayan, Tanjung Mutiara, Tanjung Raya, Malalak, dan Palupuh. Data terkini mencatat 186 korban jiwa meninggal dunia, 70 orang hilang, ribuan warga mengungsi, serta kerusakan infrastruktur seperti rumah, jembatan, jalan, irigasi, sekolah, dan masjid.
Kasra Scorpi, tokoh masyarakat Palembayan, menyuarakan kekecewaannya atas penyelenggaraan rapat di hotel. Ia mempertanyakan efisiensi anggaran di tengah kondisi daerah yang porak-poranda akibat bencana. “Dengan kondisi daerah luluh lantak dilanyau bencana, keuangan negara dan daerah prihatin, katanya efesiensi, tapi anggota dewannya rapat juga dihotel, gedungkan sudah dibuatkan bagus bagus, di kantor sajalah rapat rapat itu, ke hotel tentu habiskan uang pula ratusan juga, itu galepor namanya,” ujarnya. Ia menekankan perlunya fokus pada pemulihan pasca bencana, termasuk penyediaan infrastruktur, hunian sementara, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pemulihan trauma bagi warga terdampak. “Untuk sembako warga terdampak memang sudah terpenuhi, tapi infrastruktur, hunian sementara, sekolah anak dan kesehatan serta trauma healing kan perlu, ayok anggota dewan, fokus kesana,” imbaunya.
Ketua DPRD Agam, Ilham, mengklaim bahwa anggota dewan telah aktif turun ke lapangan untuk membantu penanganan bencana. “Alhamdulillah kami anggota dewan turun juga ke lapangan, diantara kawan kawan seperti Zul Pardi, Jon Marjaya, Marga Indra dan banyak yang lainnya asal Maninjau, Malalak dan Palupuh yang turun ke daerah bencana, sudah lebih pula perhatian kawan kawan rasanya,” katanya pada Sabtu (20/12).
Terkait rapat di Hotel Rocky Padang, Ilham membenarkan adanya kegiatan tersebut, namun mengklaim bahwa hanya sebagian kecil anggota yang terlibat dan berlangsung singkat. “Hanya 10 orang saja rapat disana, lamanya hanya 1 hari saja,” ujarnya. Pernyataan ini berbeda dengan informasi yang disampaikan Marga Indra yang menyebutkan rapat berlangsung selama lima hari dengan dua agenda. Ilham berdalih bahwa persetujuan kegiatan di Padang diberikan karena anggota dewan telah bekerja keras di lapangan sejak bencana terjadi. “Imbang pula rasanya, setelah lelah di lapangan, sekarang di hotel, wajar sajalah kiranya,” tambahnya.










